BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di dua lokasi berbeda di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026).
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Tapin, total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 3,3 hektare.
Karhutla pertama terjadi di belakang Kompleks Griya Asri, Desa Lokpaikat, Kecamatan Lokpaikat, sekitar pukul 15.53 Wita.
Lahan yang terbakar berupa semak belukar dengan luas sekitar 0,3 hektare. Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui.
Tim TRC BPBD Tapin bersama TNI, Polri, BPK Raha Geldie dan masyarakat langsung melakukan pemadaman menggunakan unit tangki.
Api di lokasi tersebut berangsur padam dan kondisi dinyatakan aman terkendali.
Baca juga: Kabut Asap Kembali Menebal di Perbatasan Tanahlaut-Banjarbaru, Pengendara Kaget
Karhutla kembali terjadi di Desa Marampiau, Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS), pada Senin malam.
Kebakaran dilaporkan berlangsung sejak pukul 18.20 hingga 20.45 Wita dengan luas lahan terbakar sekitar 3 hektare.
Lahan yang terbakar juga merupakan semak belukar. Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran belum diketahui.
Tim TRC BPBD Kabupaten Tapin bersama TNI, Polri serta sejumlah relawan melakukan pembasahan dan pengamanan, terutama pada titik yang berdekatan dengan kebun warga dan permukiman.
Petugas memastikan titik api di Desa Marampiau berhasil dikuasai sepenuhnya. Akses menuju lokasi dan sumber air juga dalam kondisi aman.
Sementara itu, berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Tapin per Senin (24/8/2026) pukul 16.00 Wita, terpantau 66 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Tapin.
Hotspot terbanyak terdeteksi di Kecamatan Tapin Selatan sebanyak 24 titik, disusul Lokpaikat 14 titik dan Candi Laras Selatan tujuh titik.
Selanjutnya, Kecamatan Bungur terpantau lima titik, Salam Babaris empat titik, Bakarangan empat titik, Candi Laras Utara empat titik, Binuang tiga titik dan Tapin Tengah satu titik.
Sedangkan Kecamatan Tapin Utara, Piani dan Hatungun tidak terdeteksi hotspot.
BPBD Tapin mengimbau petugas, relawan dan masyarakat terus memantau wilayah yang berpotensi terjadi karhutla serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Penanganan dini dinilai penting untuk mencegah api meluas, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)