Kita memastikan bantuan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak. Mereka tidak sendiri, kita hadir dan membersamai mereka
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau keberangkatan tiga pesawat TNI AU yang membawa 31 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (24/8).
"Sesuai arahan Presiden, seluruh penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu," ujar Teddy, sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma (@lanud_halim_perdanakusuma).
Dalam peninjauan tersebut, Teddy didampingi Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman.
Bantuan tersebut terdiri atas makanan siap makan, biskuit, wafer, protein bar, roti, serta mainan untuk anak-anak yang terdampak bencana.
Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan pesawat Airbus A400M Skadron Udara 31 dan Boeing 737 Skadron Udara 17. Bantuan selanjutnya didistribusikan melalui Bandara Komodo, Labuan Bajo, dan Bandara Frans Seda, Maumere.
Teddy menegaskan pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi setelah bencana.
Pemerintah, kata dia, terus berupaya menghadirkan penanganan yang cepat dan terpadu dengan memastikan bantuan tidak hanya dikirim, tetapi juga sampai dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Kita memastikan bantuan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak. Mereka tidak sendiri, kita hadir dan membersamai mereka," ucap Teddy.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman mengatakan pihaknya siap mendukung seluruh operasi penerbangan TNI AU dalam penanganan bencana dan pendistribusian bantuan kemanusiaan.
"Lanud Halim Perdanakusuma siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan aman dan lancar," katanya menegaskan.
Pengiriman bantuan tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dan TNI AU untuk mempercepat penanganan bencana serta memastikan bantuan kemanusiaan segera diterima masyarakat terdampak di NTT.
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MBKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah berupaya memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat NTT terdampak gempa dengan mengerahkan jajaran terkait untuk menangani kondisi di lapangan.
"Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," kata Prabowo melalui akun Instagram pribadinya @prabowo yang dipantau di Jakarta, Minggu (16/8).





