TRIBUNNEWS.COM - Selama beberapa bulan terakhir, Apple mulai memberikan sinyal bahwa era harga perangkat yang relatif stabil mungkin segera berakhir.
Setelah menaikkan harga sejumlah produk seperti Mac dan iPad, perhatian kini mengarah pada lini produk paling penting perusahaan yaitu iPhone.
Kabar terbaru menyebutkan Apple sedang mempertimbangkan kenaikan harga untuk generasi iPhone berikutnya.
Jika rencana tersebut terealisasi, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max berpotensi menjadi model pertama yang merasakan dampaknya ketika jajaran iPhone 18 diperkenalkan.
Informasi ini datang dari Mark Gurman, jurnalis Bloomberg yang dikenal luas karena laporan dan bocorannya mengenai rencana produk Apple.
Dalam buletin Power On terbarunya, Gurman menyebut Apple sedang mempersiapkan kenaikan harga iPhone, meski besaran akhirnya masih dalam tahap pembahasan.
Salah satu alasan utama di balik rencana tersebut adalah meningkatnya biaya komponen, terutama memori dan penyimpanan.
Kelangkaan memori global telah memberikan tekanan terhadap biaya produksi berbagai perangkat teknologi, termasuk smartphone.
Apple sebenarnya sudah lebih dulu menaikkan harga sejumlah produknya.
Baca juga: Rumor iPhone 18 Pro dan Pro Max, Bawa 12 Fitur Baru yang Bikin Penasaran
MacBook, iPad, dan perangkat Mac lainnya mengalami kenaikan dengan besaran yang berbeda-beda.
Namun, lini iPhone sejauh ini masih relatif terhindar dari kenaikan tersebut.
Situasi itu kemungkinan tidak akan berlangsung lama.
Apple disebut menghadapi tekanan biaya yang sama pada produksi iPhone.
Jika perusahaan menanggung seluruh kenaikan biaya tersebut, margin keuntungan akan ikut tertekan.
Karena itu, sebagian biaya tambahan berpotensi dialihkan kepada konsumen melalui kenaikan harga iPhone generasi berikutnya.
Besaran kenaikan harga yang sedang dipertimbangkan Apple belum diketahui secara pasti. Namun, salah satu skenario yang disebut adalah kenaikan sekitar 100 dolar (Rp1,7 jutaan).
Jika skenario tersebut benar-benar diterapkan, iPhone 18 Pro yang saat ini diperkirakan memiliki harga awal 1.099 dolar (Rp19,4 jutaan) untuk pendahulunya, iPhone 17 Pro, dapat dibanderol mulai 1.199 dolar (Rp21 jutaan) di Amerika Serikat.
Kenaikan tersebut setara sekitar 9 persen dan sebenarnya masih tergolong moderat jika dibandingkan dengan lonjakan harga beberapa produk Apple lainnya.
Gurman bahkan menilai Apple masih menanggung sebagian tekanan kenaikan biaya komponen.
Dengan kata lain, perusahaan tampaknya belum berencana membebankan seluruh peningkatan biaya produksi kepada konsumen.
Sebelum menentukan harga, Apple tampaknya juga memperhatikan strategi para pesaingnya.
Langkah tersebut memberikan ruang bagi Apple untuk melakukan penyesuaian serupa tanpa membuat harga iPhone terlalu jauh dari pesaingnya.
Jika iPhone 18 Pro naik 100 dolar, Apple masih dapat mempertahankan posisinya dalam rentang harga flagship premium.
Strategi ini juga dapat menghindarkan perusahaan dari risiko kejutan harga yang terlalu besar bagi konsumen, terutama setelah kenaikan harga pada lini Mac dan iPad.
Namun, Apple sebenarnya memiliki alasan untuk menaikkan harga lebih tinggi.
Basis pengguna iPhone yang loyal dan kuatnya ekosistem Apple membuat perusahaan memiliki posisi yang relatif aman untuk mempertahankan pelanggan meskipun harga perangkat meningkat.
Ada satu faktor lain yang dapat membantu Apple menerapkan harga baru tanpa terlalu membebani konsumen, yakni program Apple Upgrade.
Melalui skema tersebut, pengguna dapat membayar perangkat dengan biaya bulanan dan kemudian melakukan upgrade ke model baru ketika tersedia.
Dengan demikian, kenaikan harga iPhone tidak harus selalu dirasakan sebagai pembayaran besar di muka.
Strategi ini berpotensi membuat iPhone dengan harga lebih tinggi tetap terasa terjangkau bagi sebagian konsumen karena biaya pembelian dibagi menjadi pembayaran berkala.
Perhatian utama saat ini memang tertuju pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Namun, belum tertutup kemungkinan kenaikan harga juga berdampak pada model iPhone lainnya.
Beberapa laporan bahkan menyebut iPhone 17, iPhone Air, dan iPhone 17e juga berpotensi mengalami penyesuaian harga.
Meski demikian, informasi tersebut masih berupa laporan dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Apple.
Apple diperkirakan akan mengungkap jajaran iPhone generasi berikutnya dalam acara perusahaan pada September.
Saat itulah berbagai pertanyaan mengenai harga dan strategi baru Apple kemungkinan akan terjawab.
Jika kenaikan 100 dolar benar-benar terjadi, iPhone 18 Pro akan menjadi lebih mahal dibandingkan pendahulunya.
Namun, kenaikan tersebut tampaknya merupakan kompromi antara meningkatnya biaya produksi, harga pesaing, dan upaya Apple mempertahankan daya tarik iPhone di pasar premium.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)