Tulis Naskah di Film Bisikan Desa Gringsing, Ivander Tedjasukmana Akui Hampir Gila
Salma Fenty August 25, 2026 11:25 AM

TRIBUNNEWS.COM - Film horor Bisikan Desa Gringsing menawarkan cara berbeda dalam membangun ketegangan.

Bukan hanya mengandalkan teror, film ini menghadirkan aturan misterius yang perlahan memunculkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di desa terpencil tersebut.

Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana.

Bisikan Desa Gringsing memadukan unsur horor dan misteri dengan pendekatan psikologis. 

Ivander mengakui proses menulis cerita film tersebut bukan perkara mudah.

Ia bahkan mengaku sempat dibuat hampir gila karena harus menyusun aturan dalam cerita secara detail agar setiap kejadian tetap memiliki alasan dan tidak bertentangan dengan dunia yang telah dibangun.

Dalam wawancara eksklusif dengan Tribunnews di Podcast Si Paling Seleb dalam rangka promo film Bisikan Desa Gringsing yang akan dirilis pada 24 September 2026, Ivander sedikit membocorkan misteri yang menjadi bagian penting dalam film tersebut.

Ia menjelaskan bahwa salah satu petunjuk dapat dilihat dari teaser ketika Hesti, yang diperankan oleh Aghniny Haque, dilarang masuk ke Desa Gringsing.

Namun, setelah Hesti berhasil masuk, muncul peringatan lain yang justru membuat situasinya semakin membingungkan.

"Intinya gini, ini kalau tanpa spoiler, ya kuncinya kalau lu lihat di teaser, Hesti dilarang masuk ke desa itu, dia dilarang masuk dan ketika dia sudah masuk, reaksinya si Gagan, karakternya si Surya Saputra adalah, 'Haduh, masuk lagi, Mbak. Jangan keluar,'" ujar Ivander, dikutip Tribunnews, Selasa (25/8/2026). 

Menurut Ivander, situasi tersebut menjadi salah satu lapisan misteri yang sengaja dibangun dalam cerita.

Baca juga: Lewat Bisikan Desa Gringsing, Ivander Tedjasukmana Hadirkan Film Horor Misteri yang Psychological

Sebab, jika Desa Gringsing memang dihuni orang-orang jahat, seharusnya Hesti justru diarahkan untuk masuk agar dapat dijebak.

"Jadi, in a way, kalau lihat layer-nya ada tuh satu. Kalau desanya itu isinya orang-orang jahat, harusnya dia dibujuk untuk masuk, terus dijahatin. Kasar gitu loh," katanya.

Sebaliknya, jika warga desa merupakan pihak yang baik, logikanya Hesti seharusnya dilarang masuk demi melindunginya dari sesuatu yang berada di dalam desa.

Namun, aturan yang muncul justru berbeda.

"Kalau isinya orang-orang baik, ya tadi itu, jangan masuk, dilindungi dari apa pun yang ada di dalam," tutur Ivander.

Ia kemudian menjelaskan bahwa larangan untuk keluar setelah Hesti berada di dalam desa justru memunculkan pertanyaan baru.

Menurutnya, hal tersebut seolah menunjukkan adanya sesuatu di luar desa yang juga harus dihindari.

"Logikanya begitu dong. Iya. Tapi dia sudah masuk, jangan keluar. Berarti melindungi dari sesuatu di luar," ujarnya.

Rangkaian aturan tersebut ternyata menjadi salah satu bagian paling menantang bagi Ivander ketika menulis naskah.

Ia mengaku harus memastikan setiap aturan yang dibuat memiliki konsekuensi dan tetap konsisten sepanjang cerita.

"Jadi desa yang hampir membuat gua gila ini, itu gua mau gila main nulisnya karena kan di dalam film itu ada rule of the game," ungkapnya.

Ivander kemudian menggunakan analogi film Superman untuk menjelaskan pentingnya menjaga aturan dalam sebuah cerita.

Menurutnya, setiap dunia yang dibangun dalam film harus memiliki batasan yang jelas agar penonton dapat memahami logika di dalamnya.

"Kalau kita bikin film Superman, rule of the game-nya Superman kalah cuma sama Krypton. Terus tiba-tiba lu nonton Superman, tahu dia matinya ke tombak, lah. Kan matinya sama Krypton doang. Lain kalau, oh, di tombaknya ada Krypton," jelas Ivander.

Karena itu, ia mengaku sangat menjaga aturan yang telah dibuat sejak awal penulisan.

Baginya, konsistensi tersebut penting agar setiap kejadian dalam film tetap masuk akal sesuai dengan dunia yang dibangun.

"Nah, itu rule of the game itu yang gue jagain. Jagainnya setengah mati," katanya.

Ivander juga mengungkapkan bahwa proses memetakan aturan tersebut hingga melihat dampaknya terhadap cerita menjadi tantangan tersendiri.

Ia harus memikirkan bagaimana setiap informasi dapat diungkapkan kepada penonton secara bertahap.

"Wah, itu gila sih. Gua bikin mapping itu dan efeknya ke cerita gimana dan cara revealing-nya itu yang lumayan challenging," ujarnya.

Ia pun kembali menyoroti pertanyaan utama yang menjadi daya tarik dari Desa Gringsing, yakni alasan Hesti dilarang masuk sekaligus tidak diperbolehkan keluar setelah berada di dalam.

"Kenapa enggak boleh masuk dan masuk kenapa enggak boleh keluar?," kata Ivander.

Menurut Ivander, banyaknya larangan dalam cerita justru menjadi bagian yang membuat Bisikan Desa Gringsing menarik untuk diikuti.

Misteri tersebut sengaja dibangun agar penonton terus mencari jawaban dari setiap aturan yang berlaku di desa tersebut.

"Wah, kenapa selalu banyak enggak bolehnya gitu? Itu yang bikin seru cerita ini sih menurut gue," pungkasnya.

Film Bisikan Desa Gringsing mencoba menawarkan horor yang tidak semata-mata mengandalkan jump scare, melainkan menggabungkan rasa penasaran, misteri, dan tekanan psikologis untuk membangun ketegangan.

Adapun film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.

Baca juga: Aghniny Haque Ungkap Tantangan Perankan Karakter Utama di Film Bisikan Desa Gringsing

Sinopsis Film Bisikan Desa Gringsing

Dikutip dari laman resmi XXI, film ini mengisahkan tentang Hesti yang mencari ayahnya yang hilang di Desa Gringsing.

Setelah upaya bunuh diri yang gagal, Hesti terbangun di rumah sakit, dihantui oleh kekosongan emosional yang ditinggalkan oleh ayahnya yang telah lama terasing, Darmono.

Putus asa mencari jawaban, ia meyakinkan pacarnya, Wahyu, untuk membantu mencari ayahnya.

Di tengah perjalanan, Wahyu mendesaknya untuk kembali menulis sebagai sarana penyembuhan, tetapi Hesti menolak.

Perjalanan membawa mereka ke rumah Darmono, tempat Hesti mengetahui dari ibu tirinya, Maya, bahwa Darmono telah hilang selama lebih dari seminggu.

Dengan tekad bulat dan penuh rahasia, Hesti berpetualang sendirian ke Gringsing, sebuah desa terpencil dan sangat terisolasi yang dikelilingi tembok-tembok tinggi.

Mengabaikan peringatan kepala desa, Hesti menerobos masuk, hanya untuk menyaksikan entitas supernatural mengerikan yang dengan kejam membunuh siapa pun yang mencoba keluar.

Misinya segera berubah, ia tidak hanya harus menemukan ayahnya tetapi juga bertahan hidup dan melarikan diri.

Saat Hesti menggali lebih dalam, ia mengungkap sejarah desa yang kelam dan terpendam, dan menyadari bahwa kunci keselamatan mungkin terletak pada bagaimana menghadapi masa lalunya yang menyakitkan.

Daftar Pemain Bisikan Desa Gringsing:

  • Aghniny Haque sebagai Hesti
  • Iang Darmawan sebagai Darmono
  • Nizar Umar sebagai Wahyu
  • Fatmah Nahdi
  • Surya Saputra
  • Kiki Narendra
  • Hesti Putri
  • Iskak Khivano
  • Azkya Mahira
  • Mian Tiara
  • Nina Tamam
  • Shaqueena Medina Lukman

(Tribunnews.com, Rinanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.