Data Global Wildfire Information System (GWIS) menemukan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan 112,3 juta hektar lahan di seluruh dunia, area yang kira-kira seluas gabungan Pulau Kalimantan dan Sumatera, per 1 Agustus 2026. Republik Demokratik Kongo menjadi negara dengan karhutla terparah yang menghanguskan 13,6 juta hektare.
Analisis data memperkirakan bahwa sebagian besar karhutla secara global terjadi karena pembakaran musiman yang disengaja. Di seluruh Afrika sub-Sahara, api telah lama digunakan sebagai alat untuk membersihkan lahan, mengelola padang rumput, dan mempersiapkan ladang untuk penanaman.
Kondisi ini menjadi sorota karena karhutla di Afrika terjadi 26 kali lebih banyak daripada Amerika Serikat hingga tahun 2026. Selain RD Kongo, gabungan Angola dan Sudan Selatan menyumbang karhutla seluas lebih dari 14 juta hektare.
Berikut daftar negara dengan karhutla terparah di dunia per 1 Agustus 2026 menurut GWIS melalui Our World in Data, dikutip dari Visual Capitalist.
Daftar 10 Negara dengan Karhutla Terparah di Dunia 2026
1. RD Kongo
Luas area yang terbakar: 13,6 juta hektare
2. Australia
Luas area yang terbakar: 11,8 juta hektare
3. Angola
Luas area yang terbakar: 7,47 juta hektare
4. Sudan Selatan
Luas area yang terbakar: 6,95 juta hektare
5. Republik Afrika Tengah
Luas area yang terbakar: 6,01 juta hektare
6. Myanmar
Luas area yang terbakar: 4,32 juta hektare
7. India
Luas area yang terbakar: 4,02 juta hektare
8. Rusia
Luas area yang terbakar: 3,33 juta hektare
9. Guinea
Luas area yang terbakar: 3,25 juta hektare
10. Zambia
Luas area yang terbakar: 3,21 juta hektare
Bagaimana dengan Indonesia?
Menurut data Global Wildfire Information System, luas area yang terkena karhutla di Indonesia mencapai 488 ribu hektare. Dengan luas ini, Indonesia berada di posisi ke-39 karhutla terparah di dunia dan posisi ke-7 se-Asia.
Namun dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 22-23 Agustus 2026, sekitar 72.798 hektare. Rincian menurut BNPB, sebagaimana dikutip dari detikNews, yakni:
Luas lahan terbakar:
1. Kalbar: 38.310,89 hektare
2. Riau: 16.249,24 hektare
3. Kalsel: 8.019,62 hektare
4. Kalteng: 7.634,46 hektare
5. Sumsel: 1.926,23 hektare
6. Jambi: ± 658,29 hektare
Total: ± 72.798,73 ha





