Bukan Sekadar Seremonial, Ini Makna Maulid Nabi Menurut Kepala KUA Simboro
Abd Rahman August 25, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Amin, lingkungan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, tidak hanya menjadi momentum perayaan keagamaan saja.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Simboro, sekaligus pembawa hikmah maulid,  H.

Lukman mengatakan Maulid Nabi memiliki makna penting sebagai momentum untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, peringatan Maulid juga menjadi salah satu bentuk kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Tak Gelar Upacara karena Siswa Terlambat, Kepala SDN 068 Marannu Ditegur Kadisdik Polman

Baca juga: Gelora Sulbar Luruskan Polemik UU Pilkada di Rapat Koalisi Sulbar Maju Soal Usulan Wagub

"Kalau makna Maulid sendiri, kita mengambil dari ayat Allah, Nabi Mihammad diutus ke dunia sebagai rahmatan lil alamin," kata H. Lukman 

Ia menjelaskan, Rasulullah SAW merupakan teladan bagi umat Islam. Karena itu, kecintaan kepada Nabi seharusnya tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga dengan mengikuti ajaran dan akhlak yang telah dicontohkan Rasulullah.

H. Lukman menyebut salah satu tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah menyempurnakan akhlak manusia.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai pelaksanaan Maulid Nabi. Ada ulama yang memandangnya sebagai mubah, maupun sunnah.

Namun, bagi masyarakat yang mencintai Rasulullah SAW, peringatan Maulid dapat menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi sekaligus mengamalkan nilai-nilai keteladanannya.

H. Lukman juga mengapresiasi antusiasme masyarakat rangas dalam melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, kemeriahan Maulid tahun ini terlihat lebih besar dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia mengaku pernah menghadiri kegiatan serupa di wilayah tersebut pada 2020. Saat kembali melihat pelaksanaan Maulid tahun ini, ia menilai antusiasme masyarakat semakin meningkat.

Menurut H. Lukman, antusiasme tersebut menunjukkan kuatnya kecintaan masyarakat terhadap Rasulullah SAW.

Ia berharap kemeriahan Maulid tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan kegiatan, tetapi juga tercermin dalam kehidupan masyarakat melalui sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, dan menerapkan akhlak Rasulullah.

Selain pesan keagamaan, Haji Lukman turut menyoroti berbagai simbol yang hadir dalam perayaan Maulid, seperti telur dan hiasan pisang yang disusun dalam satu rumpun.

Menurutnya, simbol tersebut dapat dimaknai sebagai gambaran kebersamaan dan kekompakan masyarakat.

Ia mengibaratkan pisang yang tumbuh dalam satu rumpun sebagai simbol persatuan dan kerukunan warga.

Ia pun berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam perayaan Maulid dapat terus dipertahankan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.(*)

Laporan wartawan tribun-sulbar.com Baiq Sukma Widiawati

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.