Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Enam toke kopi di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan terkait transaksi penjualan kopi dengan total kerugian yang diklaim mencapai sekitar Rp1,1 miliar.
Dugaan penipuan dan penggelapan tersebut bermula dari transaksi penjualan kopi yang dilakukan para toke pada 2025.
Para korban disebut telah menyerahkan kopi setelah mendapatkan janji pembayaran sekitar satu minggu setelah kopi diterima.
Namun, hingga hampir satu tahun berlalu, pembayaran kopi tersebut disebut belum juga dilunasi.
Enam toke kopi tersebut akhirnya melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan ke Polres Kepahiang pada Senin (24/8/2026).
Laporan tersebut dibuat dengan didampingi kuasa hukum para korban, Emilia Puspita.
Emilia mengatakan, pihaknya mendampingi para korban untuk melaporkan dua orang yang diduga terlibat, yakni Bambang Holil Efendi dan Putra, yang disebut merupakan warga Kabupaten Kepahiang.
"Hari ini saya sebagai PH mendampingi korban yang merupakan toke kopi untuk melaporkan pelaku terkait tindak pidana penipuan dan penggelapan penjualan kopi ke Polres Kepahiang," ucap Emilia pada Senin (24/8/2026).
Kronologi Transaksi Penjualan Kopi
Menurut Emilia, kronologi perkara bermula saat para kliennya menjual kopi pada 2025.
Dalam transaksi tersebut, pembayaran dijanjikan dilakukan sekitar satu minggu kemudian.
Namun, menurut Emilia, hingga hampir satu tahun berlalu, belum ada pelunasan pembayaran kopi tersebut.
"Kronologisnya klien kita menjual kopi dengan pelaku yang berjanji akan dibayarkan seminggu lagi pada 2025. Namun sampai hari ini sudah sekitar satu tahun belum ada itikad baik pelaku untuk melunaskan pembayaran kopi tersebut," jelasnya.
Akibat pembayaran yang tak kunjung diselesaikan, enam toke tersebut disebut mengalami kerugian dengan nilai keseluruhan sekitar Rp1,1 miliar.
Enam Korban Buat Empat Laporan
Menurut Emilia, enam korban tersebut dituangkan dalam empat laporan yang dibuat ke kepolisian.
Para korban di antaranya Buyung Karyanto (52), Doni (43), Saidina Mustofa (42), Ade, Jely (39), serta Sandri Efendi (38).
Sementara itu, dua orang yang dilaporkan dalam perkara tersebut yakni Bambang Holil Efendi dan Putra.
Bambang Holil Efendi diketahui merupakan seorang politisi asal Bengkulu yang pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang periode 2009–2014.
Emilia berharap laporan yang telah disampaikan ke Polres Kepahiang dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Jely Mengaku Rugi Rp132 Juta
Salah seorang korban, Jely (39), mengaku menjadi salah satu toke yang mengalami kerugian dalam transaksi jual beli kopi tersebut.
Jely mengatakan, transaksi tersebut merupakan kali pertama dirinya menjual kopi kepada Bambang Holil Efendi.
"Iya kita salah satu korban dari jual beli kopi dengan Bambang Holil Efendi dan baru pertama kali menjual," ucap Jely saat ditemui, Senin (24/8/2026).
Jely mengungkapkan, total kerugian yang dialaminya mencapai Rp132 juta dari nilai transaksi awal sekitar Rp250 juta dengan total kopi mencapai kurang lebih tiga ton.
"Total kerugian saya Rp132 juta yang awalnya dari Rp250 juta dengan total kopi sekitar tiga ton," bebernya.
Menurut Jely, transaksi jual beli kopi tersebut dilakukan sejak 2025.
Namun, hingga kini pembayaran belum juga diselesaikan.
"Menjual sejak di 2025 hingga saat ini belum ada itikad baik dari dia melunaskan itu," ujar Jely.
Kondisi tersebut membuat Jely mengaku kesulitan memenuhi sejumlah kebutuhan.
Uang hasil penjualan kopi tersebut sebenarnya telah diperuntukkan untuk membayar utang hingga kebutuhan keluarga.
"Duit itu butuh nian saya untuk membayar hutang juga karena kita juga didesak orang, dan uang tersebut juga digunakan untuk kebutuhan rumah serta biaya anak sekolah," ungkapnya.
Ia berharap proses hukum yang telah ditempuh dapat memberikan kepastian dan uang hasil penjualan kopinya dapat segera diselesaikan.
"Harapan kita semoga uang ini dapat dilunaskan ke kita," harap Jely.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini