Tak Gelar Upacara karena Siswa Terlambat, Kepala SDN 068 Marannu Ditegur Kadisdik Polman
Abd Rahman August 25, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) Arifin Yambas, melayangkan teguran untuk kepala sekolah SDN 068 Marannu.

Teguran itu dilayangkan saat Arifin Yambas melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (24/8/2026) kemarin.

Sidak dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar dan kegiatan sekolah berjalan sesuai ketentuan. 

Baca juga: 3 Polisi Terlibat Baku Tembak di Lampung Utara, 1 Warga Diduga Pelaku Ikut Tertembak

Baca juga: Gelora Sulbar Luruskan Polemik UU Pilkada di Rapat Koalisi Sulbar Maju Soal Usulan Wagub

Dalam kunjungan itu, Arifin juga menindaklanjuti informasi mengenai tidak dilaksanakannya upacara bendera pada Senin sebelumnya.

Hasil pengecekan menunjukkan informasi tersebut benar. 

Pihak sekolah mengakui upacara bendera tidak dilaksanakan karena sejumlah siswa terlambat datang ke sekolah.

Kepala SD Negeri 068 Marannu, Nur Hasyim, menyampaikan alasan tersebut saat dimintai keterangan oleh Kadisdik Polman.

Arifin kemudian memberikan teguran sekaligus arahan kepada pihak sekolah. 

Ia menegaskan, keterlambatan siswa tidak boleh menjadi alasan untuk meniadakan upacara bendera.

Menurutnya, upacara setiap Senin bukan sekadar kegiatan seremonial. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penanaman nilai kecintaan terhadap tanah air dan agama kepada peserta didik.

“Tidak boleh lagi tidak melaksanakan upacara, dalam upacara ada ikrar yang dibacakan, yang mengandung nilai cinta tanah air dan agama,,” tegas Arifin.

Ia menilai persoalan keterlambatan siswa seharusnya menjadi bahan evaluasi sekolah.

Bkan dijadikan alasan untuk menghilangkan kegiatan yang memiliki nilai pendidikan.

Arifin juga menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik. 

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk karakter, akhlak, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab peserta didik.

“Cinta tanah air dan agama itu wajib ditanamkan kepada anak-anak, dalam Islam juga diajarkan hubbul wathan minal iman, yaitu mencintai tanah air merupakan bagian dari nilai keimanan,” ujarnya.

Ia meminta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan menjadi teladan dalam menerapkan kedisiplinan di lingkungan sekolah.

Menurut Arifin, kedisiplinan tidak bisa dibebankan hanya kepada siswa. 

Sekolah, orang tua, guru, dan tenaga kependidikan harus bersama-sama membangun budaya pendidikan yang tertib dan bertanggung jawab.

Sidak tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Arifin berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan seluruh sekolah di Polman, konsisten menjalankan kegiatan pendidikan, termasuk upacara bendera setiap Senin.(*)


Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.