BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pengawas SPBU 24.331.69 Pangkalpinang.
Hal ini diungkapkan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi pasca insiden kebakaran kendaraan di area SPBU yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Selindung Baru, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, pada Sabtu (22/8/2026) lalu.
"Pertamina menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Pertamina Patra Niaga dan pengelola SPBU," ujar Wahyudi, dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Selasa (25/8/2026).
Wahyudi mengatakan sejak kejadian, Pertamina telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU, tim Health, Safety, Security & Environment (HSSE), serta pihak berwenang untuk memastikan penanganan pasca kejadian dan proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh.
“Pertamina turut berduka cita atas meninggalnya pengawas SPBU dan menyampaikan belasungkawa, kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan pihak terkait, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian ini. Kami juga mendukung proses pendalaman oleh pihak berwenang, termasuk aparat penegak hukum untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian,” tuturnya.
Sebagai langkah kehati-hatian, operasional SPBU untuk sementara dihentikan guna memberikan ruang bagi proses pemeriksaan dan memastikan seluruh aspek keselamatan serta sarana dan fasilitas pendukung dalam kondisi siap sebelum pelayanan kepada masyarakat kembali dilaksanakan.
Pertamina bersama pengelola SPBU telah melakukan sejumlah tindak lanjut, antara lain pemeriksaan kondisi area pasca kejadian, pembersihan lokasi, pemeriksaan serta pengisian ulang peralatan pemadam yang telah digunakan, termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Berat (APAB), serta pengecekan terhadap sarana keselamatan lainnya.
Tim HSSE Pertamina Patra Niaga juga melakukan evaluasi dan investigasi terhadap rangkaian kejadian dengan memperhatikan seluruh faktor yang relevan.
"Pertamina tidak ingin mendahului hasil investigasi terkait penyebab insiden dan akan menjadikan hasil evaluasi, sebagai dasar untuk menentukan langkah tindak lanjut serta penguatan aspek keselamatan," ucapnya.
Selain penanganan pasca kejadian, Pertamina secara berkala telah melakukan penguatan kesiapsiagaan petugas SPBU melalui pelatihan dan refreshment aspek HSSE, termasuk prosedur tanggap darurat dan penggunaan peralatan pemadam, serta pemeriksaan berkala terhadap kesiapan APAR, APAB, dan sarana keselamatan lainnya.
"Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan standar keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di seluruh SPBU. Pelayanan di SPBU 24.331.69 akan kembali dilakukan setelah proses pemeriksaan selesai, dan seluruh aspek keselamatan yang dipersyaratkan telah terpenuhi," jelasnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa memperhatikan aspek keselamatan selama berada di area SPBU.
"Mulai dari mengikuti arahan petugas, mematikan mesin kendaraan saat pengisian BBM, menyalakan kendaraan setelah menjauhi pulau pompa serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan sumber panas maupun percikan api," bebernya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)