Pangkalpinang (ANTARA) - Masyarakat Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar tradisi "Nganggung" 1.000 dulang berisikan berbagai makanan dan buah-buahan di Masjid Raya Tua Tunu, sebagai rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Tradisi nganggung ini harus terus dilestarikan karena dapat memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan dan persatuan masyarakat membangun daerah ini," kata Wali Kota Pangkalpinang Saparudin saat menghadiri Festival Nganggung 1.000 dulang di Kelurahan Tua Tunu, Selasa.
Ia mengatakan tradisi Nganggung peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini bertemakan "Nganggung Seribu Pintu dan Seribu Dulang" sebagai bentuk syukur masyarakat kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki berlimpah, rahmat, dan kasih sayang kepada umat manusia.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang, khususnya warga Kelurahan Tua Tunu yang telah melaksanakan Nganggung merupakan tradisi yang dilakukan secara turun-temurun dalam menyambut dan merayakan hari besar keagamaan," ujarnya.
Ia menyatakan tradisi Nganggung juga wujud kebersamaan masyarakat yang selama ini mungkin ada perbedaan tetapi tetap bersama, bergotong royong membangun daerah ini.
"Masyarakat ada yang menjadi pejabat, petani, nelayan, pegawai negeri dan itu bukan hal yang penting, namun yang terpenting kita bersama-sama di tempat ini, duduk bersama-sama, bersimpuh, mengobrol, bersilaturahmi dan menikmati makanan yang disajikan dalam dulang ini," ujarnya.
Ia berharap, dengan silaturahim melalui tradisi Nganggung dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan saling bahu-membahu dalam kebaikan untuk kemajuan daerah ini.
Di Kelurahan Tua Tunu, Kota Pangkalpinang terlihat masyarakat membawa dulang berisikan berbagai makanan dan buah yang ditutupi tudung saji menuju Masjid Raya Tua Tunu, masjid terbesar dan termegah di Kelurahan Tua Tunu.
Kegiatan nganggung merupakan tradisi masyarakat melayu di Pulau Bangka di Kelurahan Tua Tunu berlangsung semarak dan suka cita. Arus lalu lintas di kelurahan tersebut mengalami kemacetan karena seluruh warga di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya berdatangan untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.





