Peternak Blitar Galang 8,8 Ton Telur untuk Korban Gempa di NTT
Titis Jati Permata August 25, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, BLITAR - Di tengah tekanan harga telur dan mahalnya biaya pakan, para peternak ayam petelur di Blitar Raya tetap menunjukkan kepedulian kepada korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebanyak 8,8 ton telur berhasil dikumpulkan dari anggota 14 koperasi peternak ayam petelur untuk dikirim sebagai bantuan kemanusiaan.

Bantuan tersebut diberangkatkan Bupati Blitar Rijanto dari halaman Kantor Bupati Blitar di Kanigoro, Selasa (25/8/2026).

Ketua Koperasi Bina Peternak Karya Bersama, Eti Marlina, mengatakan donasi tersebut merupakan hasil gotong royong para peternak di Blitar Raya.

"Sebenarnya, kami, para peternak saat ini juga sedang mengalami kesulitan. Tapi, apapun itu jiwa sosial kami terpanggil. Dari 14 koperasi di Blitar Raya, kami bersama-sama sodaqoh bantu korban gempa di NTT dengan mengirimkan sekitar 8,8 ton telur," kata Eti.

Baca juga: RS Kapal Ksatria Airlangga Layani Korban Gempa Flores di Dampek

Harga Telur di Tingkat Peternak Masih di Bawah HAP

Eti menjelaskan, kondisi usaha peternak ayam petelur saat ini belum sepenuhnya membaik.

Harga telur di tingkat peternak masih berada di kisaran Rp21.000 hingga Rp21.500 per kilogram.

Angka tersebut berada di bawah harga acuan pemerintah (HAP) yang disebut berada pada kisaran Rp24.000 hingga Rp26.500 per kilogram.

Di sisi lain, biaya pakan masih menjadi beban bagi peternak. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi mereka untuk menyisihkan hasil usaha guna membantu korban bencana.

Eti berharap harga telur segera kembali membaik sehingga peternak dapat menjaga keberlangsungan usahanya.

Bantuan Blitar Capai Sekitar Rp300 Juta

Bantuan untuk korban gempa NTT tidak hanya berupa telur.

Pemerintah Kabupaten Blitar juga mengirim berbagai kebutuhan pangan yang dihimpun dari masyarakat dan pelaku usaha setempat.

Selain 8,8 ton telur, bantuan yang diberangkatkan meliputi sekitar 356,5 kilogram sambal pecel, 2,6 ton beras, 2 ton gula, dan 627 dus susu.

Sambal pecel merupakan donasi dari para pelaku UMKM di Kabupaten Blitar. Sementara bantuan bahan pangan lainnya juga berasal dari para pelaku usaha di daerah tersebut.

Jika seluruh bantuan dikonversikan ke nilai uang, totalnya mencapai sekitar Rp300 juta.

Bupati Blitar Rijanto mengapresiasi kepedulian masyarakat dan pelaku usaha yang ikut bergotong royong membantu warga NTT.

"Ini dari koperasi peternak ayam petelur, dari pengusaha telur. Padahal peternak telur saat ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja, tapi mereka empati melihat saudara-saudaranya yang terkena musibah dan memberikan bantuan telur," ujarnya.

Bantuan Dikirim Melalui BPBD Jawa Timur

Seluruh bantuan dari Kabupaten Blitar selanjutnya diberangkatkan menuju kantor BPBD Provinsi Jawa Timur.

Setelah tiba di Surabaya, bantuan tersebut direncanakan dikirim menuju NTT menggunakan kapal pada Rabu (26/8/2026).

Rijanto berharap bantuan segera sampai kepada masyarakat terdampak, terutama telur yang membutuhkan penanganan distribusi lebih cepat.

"Harapan kami, bantuan yang dari warga Blitar ini segera dimanfaatkan untuk para korban, terutama telur. Jangan sampai bantuan telur terlambat didistribusikan," katanya.

Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas masyarakat Blitar kepada warga NTT yang terdampak gempa, sekaligus menunjukkan kepedulian peternak yang tetap menyisihkan hasil usaha meski menghadapi tekanan ekonomi.

Gempa NTT

  • BMKG menyatakan pusat gempa dangkal ini berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Kabupaten Nagekeo dengan kedalaman 15 km.
  • Gempa dipicu aktivitas Flores Back Arc Thrust (sesar naik busur belakang Flores).
  • Gempa ini juga sempat memicu tsunami kecil setinggi sekitar satu meter di beberapa titik pesisir pantai.

Kerusakan Infrastruktur dan Pemukiman

  • Lebih dari 44.000 unit rumah rusak, belasan ribu di antaranya berkategori rusak berat hingga rata dengan tanah.
  • Wilayah terdampak parah meliputi Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, Sikka, dan wilayah terisolasi seperti Pulau Palue. 
  • Pemerintah Provinsi NTT memberlakukan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari (hingga 28 Agustus 2026) guna mempercepat distribusi bantuan dan penanganan medis

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.