Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), secara bertahap mulai pulih.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Letjen TNI Dr. Suharyanto, mengatakan perkembangan layanan kesehatan pascabencana terus membaik meski sejumlah fasilitas kesehatan masih belum sepenuhnya kembali seperti kondisi sebelum gempa.
Hal tersebut disampaikan Suharyanto dalam jumpa pers melalui Zoom, Senin 24 Agustus 2026.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dari total 169 Puskesmas yang ada di Pulau Flores, sebanyak 19 Puskesmas terdampak gempa.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 101 Puskesmas kini telah kembali beroperasi secara penuh, sementara 49 Puskesmas lainnya masih memberikan pelayanan secara terbatas," kata Suharyanto.
Pemerintah juga terus mengatasi keterbatasan tenaga kesehatan di sejumlah wilayah terdampak dengan mendatangkan relawan medis dari daerah lain.
Dukungan tenaga kesehatan tersebut berasal dari Pulau Timor, termasuk Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT, serta tambahan tenaga medis dari sejumlah provinsi di luar NTT.
Selain pemulihan fasilitas kesehatan, pemerintah juga menyiapkan tenda perawatan sementara untuk mengantisipasi trauma dan kekhawatiran masyarakat memasuki bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Saat ini, kata Suharyanto, sebanyak 122 Puskesmas di Pulau Flores telah dilengkapi tenda darurat. Fasilitas tersebut antara lain telah terpasang dan digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai.
Dukungan pelayanan kesehatan juga datang dari sektor pertahanan dan keamanan.
TNI Angkatan Laut menyiagakan dua kapal rumah sakit untuk membantu masyarakat terdampak gempa. KRI dr. Soeharso, kapal rumah sakit terapung yang berbasis di Surabaya, telah bersandar di Pelabuhan Reo dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara Rumah Sakit Kapal Satria Airlangga (RSKKA) juga telah berlayar dan memberikan pelayanan medis kepada warga di wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Selain rumah sakit terapung, Kementerian Kesehatan juga mengoperasikan dua rumah sakit lapangan untuk memperluas jangkauan pelayanan medis. Kedua rumah sakit lapangan tersebut berada di Kabupaten Ruteng, Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.
Suharyanto mengatakan proses evakuasi medis dan pelayanan kesehatan masih terus dilakukan di berbagai titik terdampak bencana.
Pelayanan juga menjangkau wilayah kepulauan yang sulit diakses, termasuk masyarakat di Pulau Palue.
Suharyanto memastikan penanganan kesehatan pascagempa terus dilakukan secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak hingga kondisi layanan kesehatan kembali normal. (ray)