TRIBUN-SULBAR.COM - Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 12 Rabiul Awal dalam kelender Hijriah.
Tahun ini, Maulid Nabi Muhammad bertepatan dengan 25 Agustus 2925.
Maulid Nabi bagi masyarakat Indonesia bukan sekadar peringatan keagamaan.
Namun, menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW serta meneladani akhlak dan perjuangan beliau.
Baca juga: Maulid Nabi 1448 H, Tokoh Agama Pasangkayu Tekankan Pentingnya Kejujuran dan Kerukunan
Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, peringatan Maulid umumnya diisi dengan pembacaan selawat, pengajian, ceramah keagamaan, pembacaan riwayat Nabi, doa bersama, hingga kegiatan sosial.
Bentuk perayaannya berbeda-beda sesuai tradisi dan budaya masing-masing daerah.
Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum untuk melaksanakan sejumlah amalan-amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah.
Beberapa Amalan yang Dianjurkan di Momen Maulid Nabi:
Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus meneladani Rasulullah SAW.
Mengutip laman BAZNAS Provinsi Jawa Barat, berikut sejumlah amalan yang dapat dilakukan umat Islam untuk mengisi momen Maulid Nabi.
Membaca selawat menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan untuk menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa siapa saja yang berselawat kepada Nabi Muhammad SAW satu kali, Allah akan memberikan rahmat kepadanya sepuluh kali.
Amalan ini dapat dilakukan kapan saja, termasuk ketika memperingati Maulid Nabi.
Membaca selawat juga menjadi bagian dari berbagai kegiatan Maulid yang dilakukan masyarakat di sejumlah daerah.
Mempelajari dan mendengarkan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW dapat menjadi cara untuk mengenal lebih dekat sosok Rasulullah.
Dari perjalanan hidup beliau, umat Islam dapat mengambil pelajaran mengenai kesabaran, kepemimpinan, kasih sayang serta akhlak mulia.
Kisah kehidupan Nabi juga dapat menjadi inspirasi untuk menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Maulid Nabi juga dapat diisi dengan kegiatan berbagi kepada sesama.
Bersedekah, membantu orang yang membutuhkan atau memberikan makanan kepada masyarakat dapat menjadi bentuk kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat ukhuwah dan meneladani kepedulian Rasulullah SAW terhadap sesama.
Momentum Maulid Nabi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah, seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir dan memperbanyak salat sunah.
Meningkatkan ibadah menjadi salah satu cara untuk mensyukuri nikmat diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta.
Selain itu, momen ini dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus berusaha mengikuti ajaran dan keteladanan Rasulullah SAW.
Mengutip laman BAZNAS Kota Semarang, terdapat pula tiga doa yang dapat diamalkan dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagai berikut:
1. Doa Menyambut Maulid Nabi
Doa berikut dapat dibaca untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kebaikan bagi umat Islam saat memasuki bulan Rabiul Awal.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي خَاتِمَةِ شَهْرِنَا هَذَا، وَأَقْدِمْ عَلَيْنَا رَبِيعَ الْأَوَّلِ بِصَلَاحِ الْبَلَادِ وَالْعِبَادِ، وَدَفْعِ الْبَلَاءِ وَالْفَسَادِ، وَتَفْرِيجِ كَرْبِ أُمَّةِ حَبِيبِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَلْفِ وَالْبَادِ، يَا كَرِيمُ يَا جَوَادُ.
Allaahumma baarik lanaa fii khootimati syahrinaa haadza, wa aqdim 'alainaa Robii'ul awwali bisholaahil balaadi wal 'ibaadi wa daf'il balaa-i wal fasaadi watafriiji karbi ummati habiibika Muhammad shollallaahu 'alaihi wasallama fil kholfii wal baadi, yaa Kariim yaa Juwaad.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di penghujung bulan ini dan datangkanlah kepada kami bulan Rabiul Awal dengan kebaikan bagi negara dan orang-orang di dalamnya. Angkatlah bala dan kerusakan serta hilangkanlah kesedihan dan kesusahan umat Nabi Muhammad SAW, wahai Yang Maha Mulia dan Maha Dermawan.”
Doa tersebut dimuat dalam Kitab Bughyatu Thalib fi Safinah karya Habib Ali bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib bin Ali bin Hasan Al Athas.
2. Doa Maulid Nabi dengan Sholawat Ummi
Selain doa, umat Islam juga dapat memperbanyak sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
اَللَّــهُمَّ صَلِّ مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَـبِـيِّكَ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ
Allahumma shalli Muhammadin abdika wanabiyyika nabiyyil ummiyyi
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat atas Nabi Muhammad, hamba-Mu dan nabi-Mu yang ummi."
3. Doa Maulid Nabi dengan Sholawat Nariyah
Sholawat Nariyah juga kerap diamalkan oleh umat Islam dalam berbagai momentum keagamaan, termasuk saat memperingati Maulid Nabi.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Allahumma sholli sholatan kamilatan wa sallim salaman tamman `ala sayyidina Muḫammadinil-ladzi tanḫallu bihil-`uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdla bihil-hawaiju wa tunalu bihir-ragha'ibu wa ḫusnul-khawatimi wa yustasqal-ghamamu biwajhihil-karimi wa `ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafasin bi`adadi kulli ma`lumilak(a).
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan napas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau".
(*)