Denpasar (ANTARA) - Atlet menembak asal Bali, Dewa Putu Yadi Suteja, memperdalam teknik menembak dan ketahanan fisik menjelang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

“Saya memperbanyak latihan tanding agar lebih terbiasa dengan kompetisi,” kata Dewa Putu Yadi Suteja di Denpasar, Bali, Selasa.

Dewa melanjutkan, pendalaman teknik itu penting terus diasah mengingat olahraga menembak membutuhkan tingkat konsentrasi dan fokus yang tinggi.

Pendalaman teknik itu diasah selama masa latihan yang diadakan Senin-Sabtu di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta.

Latihan dilakukan pada pagi hari mulai pukul 08.00-11.30, kemudian dilanjutkan pada pukul 13.30-16.00 dan ditutup latihan fisik guna memastikan stamina dan kebugaran tubuh.

Tak hanya latihan di dalam negeri, atlet yang juga prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) Udayana itu juga mengasah kemampuan dengan menjalani pemusatan latihan di China selama dua minggu hingga 23 Agustus 2026.

Selain itu, atlet dengan spesifikasi menembak rapid fire pistol itu juga menjajal kompetisi Kejuaraan Dunia Menembak di Hangzhou, China untuk menambah jam terbang dan memperkaya teknik.

Peraih medali emas PON 2024 Aceh-Sumatera Utara itu mengakui kompetisi di tingkat Asia menjadi ajang uji kemampuan tingkat tinggi karena ia harus menghadapi para pesaing dari China, Korea Selatan, India dan tuan rumah Jepang.

Sehingga latihan menembak juga dibarengi dengan latihan tanding dan fisik serta menyisakan waktu luang untuk istirahat yang biasanya diambil pada Minggu.

Saat ini, lanjut atlet berusia 44 tahun itu mempersiapkan diri untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Perbakin di Jakarta.

“Kejurnas Perbakin itu menjadi ajang pemanasan saya sebelum nanti berangkat ke Jepang 20 September,” tutur atlet asal Desa Batuan, Sukawati, Kabupaten Gianyar itu.