3 Polisi Ditembak Bandar Narkoba, Sebelumnya Bripka Arya Tewas Ditembak Pelaku Curanmor
Reny Fitriani August 25, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Tiga polisi di Lampung Utara ditembak diduga bandar narkoba saat penangkapan di lokasi organ tunggal daerah Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga: Kronologi 3 Polisi Ditembak Saat Tangkap Diduga Bandar Narkoba di Lampung Utara

Peristiwa bermula saat polisi mendapat laporan dari masyarakat diduga bandar narkoba ada di lokasi organ tunggal di Muara Jaya. 

Petugas langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan terjadilah perlawanan dari pelaku saat penangkapan di lokasi organ tunggal. 

"Setelah mendapat perlawanan sengit dari pelaku yang diduga sebagai bandar narkoba, pelaku menembak tiga anggota kami," ujar Kasi Humas Polres Lampung Utara, IPTU Herawati.

Akibat insiden ini tiga orang anggota kepolisian berinisial A, ADJ, dan A harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tembak yang diderita. 

Sementara pelaku diduga bandar narkoba yang melakukan perlawanan saat penangkapan telah tewas setelah diberikan tindakan tegas dan terukur oleh polisi di lapangan.

Kasus Polisi Ditembak di Lampung

Kasus polisi ditembak pelaku kejahatan bukan pertama kali terjadi di wilayah Lampung. Sebelumnya sempat terjadi kasus serupa bahkan sampai merenggut nyawa. 

Berikut rangkumannya:

  1. Bripka Anumerta Arya Supena Gugur Ditembak Pelaku Curanmor

Bripka Arya Supena (32), anggota Intelkam Polda Lampung, gugur setelah ditembak pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Insiden penembakan itu terjadi di depan Toko Kue dan Oleh-oleh Yussy Akmal Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) sekira pukul 05.30 WIB.

Bripka Arya Supena warga Jalan Mata Intan 1 Rt. 02 Lk. I Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung, Karang Barat Bandar Lampung meninggal dengan luka tembak di bagian kepala saat menggalkan aksi pencurian motor milik karyawan toko kue Yussy Akmal. 

Tim gabungan Polda Lampung berhasil menangkap dua pelaku bernama Bahroni (23) dan Hamli. Pelaku utama/eksekutor (Bahroni) tewas ditembak mati di tempat persembunyiannya di Pesawaran karena melakukan perlawanan menggunakan senjata api rakitan. Satu pelaku lain diringkus di Lampung Timur.

2. Tiga Polisi Gugur dalam Baku Tembak di Way Kanan

Tiga anggota polisi gugur dalam baku tembak di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Senin (17/3/2025) sore.

Mereka yang gugur adalah Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, anggota Polsek Negara Batin Bripka Petrus Apriyanto, dan anggota Satreskrim Polres Way Kanan Bripda M Ghalib Surya Ganta.

Tiga polisi itu meninggal dunia saat menjalankan tugasnya menggerebek judi sabung ayam. 

Peristiwa itu berawal saat tim gabungan Polres Way Kanan dan Polsek Negara Batin menggerebek arena judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Senin sore.

Setiba di lokasi, para pelaku judi sabung ayam melakukan perlawanan hingga berujung terjadinya baku tembak.

Akibatnya, tiga personel gugur.

3. Begal Tembak Mati Brimob Polda

Anggota Brimob Polda Lampung Bharada Jefri tewas ditembak oleh begal.

Jefri ditembak seusai mengambil uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri Jalan Teuku Umar dekat Rumah sakit Advent, Kamis (27/8/2015) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Anggota Brimob yang tewas ditembak begal diketahui adalah anak dari anggota polisi Polsek Panjang. Saat keluar dari ATM, Jefri melihat sepeda motornya Yamaha Vixion dinaiki begal. Tak ingin kehilangan motor, Jefri bergegas mengejar sang begal.

 Namun, begal itu ternyata memiliki senjata api. Ia langsung menembak Jefri, dan tepat mengenai dada bagian kiri. Jefri akhirnya mengembuskan napas terakhir akibat tembakan tersebut.

(Tribunlampung.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.