TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Sebanyak 35 rombongan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pinrang berangkat menuju Kabupaten Jombang untuk menghadiri Muktamar NU.
Jumlah rombongan tersebut terdiri dari lima orang peserta penuh serta 30 orang peserta penggembira yang siap meramaikan arena kegiatan.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Waktu pelaksanaan muktamar dimulai pada Kamis (27/8/2026) hingga Senin (31/8/2026).
Pemberangkatan digelar di Warung Kopi Amure di Jalan Ir Juanda, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Keberangkatan rombongan dibagi menjadi dua jalur transportasi berbeda, yakni jalur udara menggunakan pesawat dan jalur laut menggunakan kapal.
Sekretaris Pemberangkatan PCNU Pinrang, Sulaeman Anshar, mengonfirmasi keberangkatan rombongan utama yang menggunakan jalur laut dari wilayah Kabupaten Pinrang.
"Jadi peserta penuh kita itu ada 5 orang dan penggembira ada 30 orang jadi semuanya 35 orang," kata Sulaeman Anshar kepada Tribun-Timur.com saat ditemui sebelum berangkat, Selasa (25/8/2026).
Sulaeman juga menambahkan mengenai pilihan jenis moda transportasi yang digunakan oleh seluruh rombongan dari Kabupaten Pinrang tersebut.
"Jalur yang kita pakai ada yang peserta penuh menggunakan pesawat," ujar Sekretaris Pemberangkatan PCNU Pinrang tersebut.
Para peserta penggembira dijadwalkan menempuh perjalanan via laut dan telah bersiap berangkat meninggalkan Pinrang sejak siang hari.
"Kemudian yang untuk penggembira menggunakan kapal laut, kemudian untuk yang naik kapal laut insyaallah sudah meninggalkan Pinrang," tutur Sulaeman Anshar.
Rombongan jalur laut diperkirakan tiba di Kota Makassar sebelum waktu Salat Asar untuk persiapan naik ke atas kapal.
"Kemudian kita tiba di Makassar diperkirakan sebelum Azhar dan perkiraan kapal berangkat jam 9 malam," jelas Sulaeman Anshar.
Kapal laut yang membawa rombongan diproyeksikan tiba di pelabuhan tujuan pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
"Dan tiba hari kamis dini hari pada pukul 2 dan rencananya kita singgah salat subuh di masjid nasional Al Akbar Surabaya," ungkap Sulaeman.
Setelah menunaikan Salat Subuh di Surabaya, rombongan langsung melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi Muktamar NU di Jombang.
"Kemudian lanjut ke Jombang ke lokasi Muktamar dan kita sudah siapkan untuk penggembira khusus dari Pinrang kita sudah siapkan rumah penginapan," kata Sulaeman Anshar yang juga Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Pinrang.
Panitia keberangkatan telah menyewa satu unit rumah penginapan khusus yang berjarak tidak jauh dari pusat kegiatan Muktamar.
"Kita sewa satu rumah peserta penggembira sebanyak 30 orang itu di lokasi sekitar muktamar, ada sekitar 5 kilometer dari lokasi utama Muktamar," sebut Sulaeman Anshar.
Mengenai kebutuhan konsumsi, panitia penyelenggara Muktamar NU telah menyiapkan fasilitas makanan bagi seluruh peserta maupun pengurus penggembira.
"Kalau untuk persiapan logistik dan medis informasi dari panitia, kita semua panitia dan peserta penggembira disiapkan makanan dari panitia penyelenggara," terang Sulaeman.
Peserta tetap disarankan membawa obat-obatan pribadi, meskipun panitia pusat juga telah menyediakan posko layanan kesehatan di lokasi acara.
"Masing-masing kita sarankan teman-teman peserta untuk membawa fasilitas kesehatan sendiri namun tentunya panitia siap, ada posko kesehatan disitu," kata Sulaeman Anshar.
Terkait arah dukungan calon ketua, PCNU Pinrang memilih menunggu petunjuk pengurus wilayah serta mencermati dinamika di arena Muktamar.
"Tentu kami dari Pinrang akan tetap mengikuti arahan dari pengurus wilayah dan para mustasyar namun kita belum tentu calon yang diusulkan," ujar Sulaeman Anshar.
PCNU Pinrang menegaskan akan memberikan dukungan kepada kandidat yang dinilai paling layak memimpin Nahdlatul Ulama untuk periode mendatang.
"Kalau kami tetap melihat perkembangan siapa saja yang jadi calon dan layak menjadi pemimpin NU kedepan, itulah yang akan kita dukung," tegasnya.
Semua figur calon dinilai memiliki kelebihan serta visi misi yang baik untuk membawa kemajuan Nahdlatul Ulama di masa depan.
"Latar belakangnya karena semua calon yang ada tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan insyaallah mereka punya semua visi misi untuk membesarkan Nadhlatul Ulama Kedepan," pungkasnya.
Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy S.