TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasangkayu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kantor Kemenag Pasangkayu, Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu.
Peringatan Maulid berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Sejumlah pegawai, tamu undangan, tokoh agama, hingga masyarakat hadir mengikuti rangkaian kegiatan.
Menariknya, Kemenag Pasangkayu juga mengundang tokoh agama dari berbagai lintas agama.
Baca juga: Sepakat 2 Nama Tanpa NasDem Koalisi Sulbar Maju Usung Syamsul Samad & Abdul Latif Calon Wagub
Baca juga: Pandangan 4 Ulama Besar tentang Hukum dan Bentuk Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
Hadir pula perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan unsur Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Kepala Kemenag Pasangkayu, Haerul, mengatakan kehadiran tokoh lintas agama menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan kerukunan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan budaya beragam.
Menurutnya, Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga dapat menjadi sarana menyampaikan nilai-nilai kebaikan yang bersifat universal.
"Sejumlah tokoh agama lain juga turut hadir dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW," ujar Haerul.
Ia menilai ajaran Nabi Muhammad SAW tentang persaudaraan, kepedulian, dan sikap saling menghormati dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat tanpa melihat perbedaan agama.
"Maulid ini juga bisa dirasakan oleh agama lain. Artinya, nilai-nilai kebaikan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dapat kita implementasikan dalam kehidupan kita bersama," katanya.
Haerul menegaskan, keberagaman yang ada di Pasangkayu seharusnya menjadi kekuatan untuk menjaga kedamaian, bukan menjadi alasan untuk terpecah.
Karena itu, ia berharap peringatan Maulid tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keteladanan tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Kehadiran tokoh lintas agama dalam peringatan tersebut menjadi gambaran semangat kebersamaan masyarakat Pasangkayu dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.(*)