Ketum Projo Arie Singgung Pemilu Dipercepat, Said Didu Sentil Jokowi Tak Rela Lepas Kuasa 
Hendrik Budiman August 25, 2026 03:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - - Isu Pemilu dipercepat sebelum 2029 mendadak memanas setelah Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengungkap insting politiknya di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Pernyataan itu langsung disorot Muhammad Said Didu yang mengaitkannya dengan dugaan Jokowi belum rela melepas kekuasaan.

Diketahui, potongan video yang menampilkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, saat berbicara di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendadak viral di media sosial.

Video tersebut menjadi sorotan setelah Budi Arie menyinggung kemungkinan terjadinya pergantian presiden atau percepatan Pemilu sebelum 2029.

Dalam rekaman itu, Budi Arie mengaku telah menyampaikan insting politiknya secara langsung kepada Jokowi terkait kemungkinan adanya perubahan jadwal politik nasional.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan beragam spekulasi mengenai dinamika politik di lingkaran kekuasaan.

Salah satu tokoh yang ikut menyoroti video tersebut adalah mantan Sekretaris Kementerian BUMN sekaligus analis kebijakan publik, Muhammad Said Didu.

Melalui akun X miliknya, @msaid_didu, pada Minggu (24/8/2026), Said Didu memberikan tanggapan terhadap pernyataan Budi Arie.

Ia menilai ucapan Budi Arie memiliki makna politik yang lebih dalam, terutama terkait dengan isu pergantian kekuasaan nasional.

"Solo sedang makan bubur panas Hambalang. Akhirnya terbuka dan terkuak bahwa Jokowi tidak rela serahkan kekuasaan ke siapapun, termasuk ke Pak @prabowo. Geng SOP plus poros SSB sedang bergerak," tulis Said Didu dalam unggahannya sembari membagikan video tersebut.

Budi Arie Singgung Insting Politik soal Pemilu 2029

Dalam video yang beredar, Budi Arie meminta publik tidak hanya terpaku pada skenario politik yang sudah ada, khususnya Pemilu 2029.

Ia mengaku telah menyampaikan pemikirannya kepada Jokowi terkait kemungkinan terjadinya percepatan agenda politik nasional.

"Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?' Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029," ujar Budi Arie dalam video tersebut.

Baca juga: Curhatan Wamen Dahnil Usai Dituding Pakai Vespa Bodong & Istrinya Disebut Pelakor: Saya Ungkap Fakta

Budi Arie kemudian melempar pertanyaan kepada audiens mengenai kemungkinan terjadinya percepatan pemilu.

"Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, gak?" katanya.

Pertanyaan tersebut langsung mendapat respons dari audiens yang terdengar menjawab, "Siap!"

Budi Arie selanjutnya mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi yang terjadi saat ini.

Menurut dia, terdapat situasi yang dapat disebut sebagai "patahan sejarah", seperti yang terjadi pada periode menjelang reformasi.

Singgung Peristiwa 1997-1999

Budi Arie kemudian membandingkan kondisi saat ini dengan perubahan politik yang terjadi pada akhir 1990-an.

Ia menyinggung bagaimana Pemilu yang semula dijadwalkan pada 2002 akhirnya dipercepat menjadi 1999 setelah terjadi perubahan besar pada 1998.

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99," ujar Budi Arie.

Ia menilai kemungkinan terjadinya percepatan agenda politik bukan sesuatu yang mustahil.

"Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," lanjutnya.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perbincangan di ruang publik.

Di satu sisi, ucapan Budi Arie dapat dibaca sebagai analisis mengenai kemungkinan perubahan dinamika politik nasional.

Namun di sisi lain, komentar Said Didu membuat pernyataan tersebut dikaitkan dengan isu pergantian kekuasaan dan hubungan politik antara Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto.

Hingga kini, pernyataan Budi Arie tersebut masih menjadi bahan spekulasi politik.

Belum ada kepastian bahwa Pemilu 2029 benar-benar akan dipercepat. Pernyataan mengenai kemungkinan tersebut dalam video juga disampaikan dalam konteks analisis dan pertanyaan mengenai skenario politik yang mungkin terjadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.