- Sebuah kisah heroik datang dari Rusli, seorang pawang buaya asal Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Pria yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun menangani reptil buas tersebut berhasil menangkap buaya berukuran 4,5 meter yang diduga menerkam hingga menewaskan seorang warga bernama Ramasa di Muara Dusun Tikke Muara, Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu.
Peristiwa nahas yang menimpa Ramasa (57) terjadi pada Senin (6/7/2026) sekira pukul 16.00 WITA.
Saat itu, korban sedang mencari kerang atau tude di sepanjang muara sungai bersama seorang warga bernama Sedo.
Saksi kemudian mendengar suara gemuruh dan melihat seekor buaya mendekati korban.
Tak lama kemudian, terdengar teriakan "Allahu Akbar" dari korban sebelum akhirnya ia menghilang diserang buaya.
Jenazah Ramasa ditemukan sekitar empat jam kemudian dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan dan kaki kirinya hilang, sedangkan kaki kanannya terputus akibat serangan buaya.
Mendapat kabar tersebut, Rusli yang berangkat dari Topoyo menuju Pedanda bertemu dengan salah satu keluarga korban dan diminta menangkap buaya yang menerkam Ramasa.
Rusli kemudian berkoordinasi dengan pawang lain di Kabupaten Pasangkayu melalui telepon dan bertemu dengan kepala dusun setempat untuk menyepakati strategi penangkapan.
"Saya sudah sekitar 10 hari lebih di sini," ujar Rusli kepada TribunSulbar.
Pencarian dilakukan dengan menyusuri Sungai Tikke.
Namun, pencarian awal terbilang sulit karena buaya di sungai tersebut tergolong jarang terlihat, sementara incaran mereka adalah buaya besar berwarna hitam yang diduga memangsa korban.
Beberapa buaya berhasil ditangkap dan dibedah untuk mencari sisa-sisa tubuh korban, tetapi hasilnya nihil.
Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa buaya pemangsa tersebut bukan buaya yang menetap di Tikke, melainkan memiliki beberapa wilayah kekuasaan sehingga menyulitkan proses pencarian.
Bahkan, pencarian pada malam hari di lokasi yang diduga menjadi sarang buaya juga tidak membuahkan hasil.
Di tengah keputusasaan dan arahan kepala dusun untuk menghentikan pencarian, buaya tersebut tiba-tiba muncul pada siang hari.
"Kemunculannya tepat di lokasi kejadian," kenang Rusli.
Pengejaran Buaya
Tim langsung melakukan pengejaran hingga berhasil mengevakuasi reptil buas tersebut di muara, tepat di perbatasan air tawar dan air laut.
Proses penangkapan berlangsung dramatis karena buaya berada di dalam air dan terus melakukan perlawanan.
Puluhan warga bersama Rusli dan timnya berjibaku selama beberapa waktu untuk melumpuhkan buaya tersebut.
Setelah berhasil dikuasai, buaya diikat menggunakan tali dan diseret dengan perahu menuju bibir pantai.
Buaya tersebut memiliki panjang sekitar 4,5 meter.
Setelah diamankan, reptil tersebut dibedah pada Minggu (26/7/2026) untuk memastikan apakah merupakan buaya yang menerkam Ramasa.
Hasil pembedahan mengungkap fakta mengejutkan karena di dalam perut buaya ditemukan potongan tubuh korban yang telah menjadi tulang belulang.
Temuan tersebut memastikan bahwa buaya yang ditangkap merupakan predator yang menerkam dan menewaskan Ramasa.(*)
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Sulbar
Editor: Akmal Khoirul Habib
#Buaya #Pasangkayu #MamujuTengah #SulawesiBarat #SeranganBuaya #PawangBuaya #Rusli #Ramasa #Buaya4Meter #SaksiKata