TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebanyak 30 tandon air bersih didistribusikan untuk 400 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Balabalakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (25/8/2026).
Pemerintah Kecamatan Balabalakang sebelumnya telah meminta bantuan distribusi air bersih kepada Damkar Mamuju, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di sejumlah pulau yang terdampak kekeringan.
Baca juga: Dorong Daya Saing DPRD dan Pemkab Sepakati KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027
Baca juga: Diduga Lecehkan Pengendara Wanita di Jalan Pemuda di Majene Nyaris Diamuk Massa, Berakhir Mediasi
Setelah menunggu kapal sekitar sepekan, bantuan air bersih akhirnya mulai disuplai ke wilayah Balabalakang menggunakan kapal perintis yang akan melintas ke Bontang, Kalimantan Timur pada malam nanti.
Bantuan tersebut turut melibatkan PMI Provinsi Sulawesi Barat, Damkar Mamuju, kementrian PU, dan PT KMP yang membantu proses penyediaan dan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.
Camat Balabalakang, Sunarjo, mengatakan air bersih akan dibawa menggunakan kapal perintis yang bersandar di Dermaga Lanal Mamuju, sebelum kemudian menuju Pulau Balabalakang.
Menurut Sunarjo, berdasarkan informasi dari kapten kapal, kapasitas angkut air yang dapat dimaksimalkan mencapai sekitar 40 tandon.
"Tapi untuk tahap awal 30 tandon dulu," kata Sunarjo saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com di dermaga lanal Mamuju, Selasa (25/8/2026).
Sunarjo mengatakan pihaknya masih berupaya menambah jumlah tandon agar pengiriman air bersih dapat dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan warga.
Ia juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah, terkait ketersediaan tandon tambahan.
Sunarjo menyebut kekeringan berdampak terhadap hampir seluruh wilayah kepulauan di Kecamatan Balabalakang.
Namun, tidak semua pulau dapat dijangkau langsung oleh kapal perintis karena keterbatasan akses dermaga.
Air yang tiba di pulau yang menjadi titik sandar kapal perintis nantinya akan kembali didistribusikan ke pulau-pulau lainnya menggunakan kapal kecil milik nelayan.
Distribusi antar pulau menjadi tantangan tersendiri karena jarak yang cukup jauh.
Sunarjo mengatakan perjalanan menggunakan kapal kecil menuju sejumlah pulau lainnya dapat memakan waktu sekitar dua jam.
Meski menghadapi keterbatasan sarana transportasi dan jumlah tandon, pemerintah Kecamatan Balabalakang memastikan bantuan air yang tersedia akan dimaksimalkan agar dapat menjangkau masyarakat di seluruh pulau terdampak.
Sunarjo berharap tambahan tandon dan dukungan sarana distribusi dapat segera tersedia sehingga kebutuhan air bersih masyarakat Balabalakang dapat terpenuhi untuk sementara waktu. (*)