Kepergok Ambil Telur di Rumah Warga Kolaka Utara, Penyusup Ternyata Tuna Wicara dan Kelaparan
Desi Triana Aswan August 25, 2026 05:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Aksi penyusupan dengan motif tak biasa terjadi di Desa Watuliu, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, Minggu (23/8/2026) malam.

Jarak dari Desa Watuliu ke pusat kota ibu kota Kabupaten Kolaka Utara, Lasusua adalah sekitar 3 kilometer. 

Penyusupan tersebut terekam kamera CCTV, terlihat seorang pria beraksi masuk perlahan ke dalam rumah warga. 

Bukan mengincar barang berharga, namun justru ia menyantap makanan yang tersedia di rumah tersebut. 

Peristiwa itu, terjadi sekitar pukul 23.06 WITA terekam CCTV, memperlihatkan pelaku mengenakan kaos hijau tua dan celana pendek masuk ke area dapur tanpa izin. 

Dengan tenang, ia membuka tudung saji di meja makan, mengambil sebutir telur, lalu menyantapnya sembari berkeliling ruangan sebelum menenggak sebotol air mineral.

​Usai memuaskan rasa laparnya di dapur, gerak-gerik pelaku bergeser ke area garasi rumah milik warga bernama Bunda Kharisma.

Di tempat tersebut, tersimpan tumpukan besi sisa pembuatan tenda.

Baca juga: ‘Kotak Amal Kosong’ Video CCTV Gerak-gerik Mencurigakan di Masjid Al-Muhajirin Pomalaa Kolaka

Suara benturan besi yang dikumpulkan pelaku seketika membangunkan kewaspadaan pemilik rumah.

"Awalnya dia masuk dapur ambil makanan, itu tidak saya permasalahkan," ujar Kharisma, Selasa (25/8/2026) kepada awak media. 

"Tapi setelah itu dia langsung ke garasi mobil tempat simpan besi-besi tenda. Saya dengar bunyi besi seperti lagi dikumpulkan," sambungnya. 

​Mendengar kegaduhan itu, adik pemilik rumah langsung keluar untuk memeriksa sumber suara dan mendapati pelaku berada di area garasi. 

Belakangan diketahui, pelaku penyusupan tersebut adalah seorang tuna wicara yang dikenal pihak korban. 

Ia kelaparan sehingga menyantap makanan yang ada di rumah tersebut. 

Tanpa melibatkan proses hukum atau melaporkannya ke pihak berwajib, keluarga korban memilih jalan kekeluargaan dan langsung meminta pelaku untuk pulang.

​Di balik insiden yang sempat memicu ketegangan tersebut, terungkap hubungan personal antara pemilik rumah dan pelaku.

Kharisma mengaku mengenal dengan baik sosok penyusup itu, sebab yang bersangkutan pernah beberapa kali membantu pekerjaan di kediamannya.

​Kendati demikian, rasa kemanusiaan korban diiringi oleh kekhawatiran mendalam. 

Mengingat status pelaku sebagai penyandang disabilitas tuna wicara, ada kecemasan bahwa keterbatasannya dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

​"Saya takut anak itu ada yang menyuruh, karena dia disabilitas dan dulu pernah bantu-bantu di sini," ungkapnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.