Penjaringan Balon Ketua Golkar Pidie, Satu Orang Mendaftar, Satu Lainnya Ditolak karena Terlambat 
Nur Nihayati August 25, 2026 06:03 PM

*Panitia Sampaikan Klarifikasi

SERAMBINEWS.COM, PIDIE – Tim Panitia SC (Steering Committee) dan OC (Organizing Committee) pendaftaran bakal calon ketua Golkar Pidie menegaskan proses penjaringan bakal calon telah ditutup sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.

Penutupan dilakukan setelah batas waktu pendaftaran berakhir pada Senin (24/8/2026) pukul 17.00 WIB.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Pengarah (SC), Drs Sayuti Muchtar MM di Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar Pidie, Selasa (25/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan didampingi sejumlah panitia lainnya, Drs H Abd Rahmad Puteh SE MM (Wakil Ketua SC), Rizwan Abbas (Sekretaris), Syarifuddin SAg (Ketua OC) dan Muhammad Nasir SSos (Sekretaris).

Baca juga: Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Pidie Dibuka, Musda XII Digelar 29 Agustus 2026

Dalam kesempatan itu, Ketua SC, Sayuti menyampaikan penjaringan bakal calon Ketua Golkar Pidie menjelaskan, pihaknya telah membuka proses pendaftaran sejak pukul 08.00 WIB- 17.00 WIB pada Senin, 24 Agustus 2026.

Hingga menjelang batas akhir, tim tetap menunggu calon yang hendak menyerahkan berkas pendaftaran.

Menurutnya, pada Senin 24 Agustus 2026, pukul 15.15 WIB, seorang bakal calon,T Saifulah TS datang untuk mendaftarkan diri. Yang bersangkutan menyerahkan sejumlah bahan atau dokumen sebagaimana persyaratan yang telah ditetapkan untuk selanjutnya menjadi bahan administrasi DPD II Partai Golkar Pidie.

Baca juga: Satu Balon Ketua DPD II Golkar Pidie Ditolak Saat Mendaftar, Kader Ajukan di Musda

Satu balon ditolak karena terlambat

Sementara itu, pada kesempatan itu panitia menyampaikan klarifikasi terkait satu balon pendaftar ditolak karena terlambat mendaftar.

Menurut Sayuti, setelah dirinya meninggalkan kantor dia dihubungi oleh seorang kader yang tidak tersimpan nama di ponselnya.

Sekitar pukul 17.10 WIB dirinya meninggalkan kantor. Namun, sekitar pukul 17.17 WIB, ia mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal dan diminta kembali ke kantor.

Setelah ia kembali lagi ke Kantor Golkar Pidie, sejumlah anggota tim panitia disebut telah meninggalkan lokasi. Kemudian ada upaya penyerahan bahan secara pribadi atas nama kader lainnya. 

Namun, menurutnya, hal tersebut sudah berada di luar kewenangan tim karena proses penjaringan secara resmi telah ditutup. Sehingga pendaftaran ditolak karena alasannya sudah melewati batas waktu dan hanya dirinya sendiri sedangkan ini penjaringan dilakukan koleftif.

Penjaringan dilakukan kolektif

Ia menegaskan, proses penjaringan dilakukan secara kolektif dan berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan. Karena itu, keputusan terkait berkas pendaftaran tidak dapat dilakukan secara pribadi.

"Kita bekerja secara kolektif. Kalau sudah lewat waktu, kewenangan kami juga sudah selesai," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya tetap memantau perkembangan proses penjaringan tersebut.

Sejauh ini, terdapat satu bakal calon yang telah menyerahkan bahan secara lengkap sesuai persyaratan.

Ia juga menjelaskan, dalam proses pendaftaran, tidak mesti seluruh tim atau rombongan bakal calon masuk secara bersamaan ke lokasi. Pengajuan dokumen dapat diwakili oleh satu atau dua orang.

"Yang penting bahan yang diserahkan lengkap sesuai ketentuan. Tidak mesti satu tim semuanya masuk, bisa satu atau dua orang," ujarnya.

Pihaknya menegaskan proses penjaringan harus berjalan sesuai aturan dan tidak didasarkan pada kepentingan pribadi maupun politik antaranggota tim.

Kebijakan pada Musda

Untuk itu, panitia SC dan OC menyatakan tugas pihaknya sudah selesai. Nah, jika nanti adanya calon lain hadir di hari Musda pada 29 Agustus 2026 mendatang, hal itu menjadi kebijakan pada pimpinan sidang dan juga kebijaksan Pimpinan Musda.

"Pada intinya tidak ada maksud panitia menghalangi pendaftar bagi kader lain. Hanya saja mereka telah melewati batas waktu sudah ditetapkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.