Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (PP SEMMI) mengajak seluruh pihak untuk menjunjung demokrasi yang sehat melalui dialog santun dan damai, dengan menunjukkan sikap kedewasaan.
Ketua Umum PP SEMMI Zulhadi Ariza mengatakan setiap penyampaian pendapat di muka umum memang hak dari konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang, namun hak tersebut harus dijalankan dengan tetap mematuhi koridor hukum yang berlaku.
"Mari kita buktikan bahwa kedewasaan berdemokrasi di Indonesia dijunjung tinggi melalui cara-cara yang konstitusional dan bermartabat," kata Zulhadi dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Setiap penyampaian pendapat, menurut dia, harus diiringi dengan menjaga ketertiban umum, menghormati etika moral bangsa demi kebaikan bersama, demi tegaknya kedaulatan negara.
Oleh karena itu, dia menyerukan kepada seluruh pemuda dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga marwah serta kehormatan simbol-simbol kedaulatan negara.
Dia juga menolak adanya upaya provokasi elemen yang mengatasnamakan rakyat. Bahkan upaya-upaya provokasi tersebut berpotensi memecah belak persatuan bangsa dan negara.
Dalam konteks itu, dia khawatir aksi demonstrasi yang rencananya digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMBP) akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, jika tidak memiliki legitimasi yang mewakili bangsa Indonesia dalam menjunjung tinggi etika moral demokrasi.
Dia juga mengingatkan agar AMPB menjunjung tinggi sikap penuh tanggung jawab moral dan etika terhadap demokrasi bangsa dan negara.
Di saat bersamaan, dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk fokus mengedepankan solidaritas kemanusiaan untuk Sumatra, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur yang sedang berjuang pulih usai dilanda bencana.
"Mari kita bahu-membahu, menyatukan kekuatan gotong royong, dan mengulurkan bantuan nyata untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak agar lekas pulih dan bangkit kembali," katanya.





