Respons Gerindra, PSI Hingga Projo soal Pernyataan Budi Arie tentang Potensi Percepatan Pemilu 2029
Tribun-video August 25, 2026 06:42 PM

TRIBUN-VIDEO — Potongan video pernyataan Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengenai potensi percepatan kontestasi Pemilu 2029 menjadi sorotan.

Partai Gerindra, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Projo memberikan tanggapan berbeda terhadap pernyataan tersebut.

Pernyataan Budi Arie itu disampaikan dalam sebuah forum yang dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam potongan video yang beredar, Budi Arie menyinggung adanya gelombang politik menuju Pemilu 2029.

Budi Arie juga menggambarkan kondisi sosial ekonomi saat ini sebagai situasi anomali.

Menurut dia, kondisi tersebut memiliki kemiripan dengan masa transisi dari Orde Baru menuju Reformasi pada 1998.

Respons Gerindra

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan, partainya belum membahas langkah politik untuk kepentingan Pemilu 2029.

Gerindra, kata dia, saat ini lebih berfokus mengawal dan menyukseskan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kami fokus menyukseskan program Pak Prabowo, tidak ada pembahasan untuk 2029, masih jauh untuk dibahas," kata Sugiat di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Terkait pernyataan Budi Arie, Sugiat meminta hal tersebut ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Ia mengaku tidak memahami maksud pernyataan tersebut.

Tanggapan PSI

Sementara itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus menilai pernyataan Budi Arie berpotensi mengganggu hubungan antara Prabowo dan Jokowi.

Ia menyoroti gestur Jokowi dalam video yang dinilainya menunjukkan ketidaknyamanan saat Budi Arie menyampaikan pernyataan tersebut.

Bestari mengatakan, pendukung Jokowi semestinya ikut mengawal pemerintahan Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bukan menyampaikan pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Ia juga menilai langkah politik Budi Arie sebagai upaya mencari posisi tawar.

Bestari turut menyinggung rekam jejak politik Budi Arie yang, menurut dia, pernah ditolak Gerindra dan PSI ketika hendak menjadi kader.

PKS: Demokrasi Wajib Kita Jaga

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengeluarkan pernyataan bernada insinuatif dan bersama-sama menjaga iklim demokrasi.

Mardani mengatakan, Indonesia telah menyelenggarakan pemilu secara rutin sejak era Reformasi sesuai ketentuan konstitusi.

Karena itu, ia optimistis Pemilu 2029 tetap berlangsung sesuai jadwal.

"Demokrasi wajib kita jaga bersama. Sejak reformasi kita sukses jaga pemilu tiap 5 tahun. Pernyataan yang insinuatif jangan sampai membuat kerja besar kita hilang fokus," kata Mardani kepada Tribunnews.com, Selasa (25/8/2026).

Projo: Pandangan Pribadi

Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik menegaskan bahwa pernyataan Budi Arie merupakan pandangan politik pribadi dan bukan sikap resmi Projo.

Menurut Freddy, video yang beredar merupakan potongan dari pertemuan Jokowi dengan para relawan pendukungnya.

Dalam pertemuan tersebut, para peserta berdiskusi mengenai berbagai dinamika dan kemungkinan politik serta persoalan bangsa.

"Budi Arie menyampaikan pandangan politik pribadinya sebagai bagian dari upaya mengajak relawan memahami berbagai kemungkinan dan tetap siap menghadapi dinamika yang berkembang," katanya dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews.com redaksi Solo, Jawa Tengah, Selasa (25/8/2026).

Freddy menjelaskan, berbagai masukan dari para relawan dalam forum tersebut akan disampaikan kepada Presiden Prabowo.

Hal itu dilakukan karena Jokowi masih memiliki komunikasi yang baik dengan Prabowo.

Saksikan LIVE UPDATE lengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.