Banyak Warga Olahraga di Bahu Jalan, Pemkab Bondowoso Siapkan Jogging Track di Alun-Alun Kironggo
Haorrahman August 25, 2026 06:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Aktivitas warga yang berolahraga dengan memanfaatkan bahu jalan raya di kawasan perkotaan Bondowoso menjadi perhatian pemerintah daerah. Kebiasaan berlari atau berjalan santai di tengah lalu lintas yang padat dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga maupun pengguna jalan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tengah menyiapkan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Alun-Alun RBA Kironggo. Salah satu fasilitas yang direncanakan adalah pembangunan jogging track sebagai ruang khusus bagi masyarakat yang ingin berolahraga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso, Henry Kurniawan, mengatakan penyediaan fasilitas olahraga tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan ruang aktivitas fisik masyarakat di kawasan perkotaan.

"Selama ini warga berolahraga di bahu jalan raya karena opsi tempatnya terbatas, dan itu sangat berisiko. Melalui pembangunan jogging track ini, kami ingin memindahkan alur aktivitas olahraga masyarakat ke ruang yang jauh lebih aman, representatif, dan terisolasi dari arus lalu lintas," ujar Henry saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).

Baca juga: Gunung Carenge Bondowoso yang Sempat Viral Ditutup Sementara karena Kebakaran

Penataan Alun-Alun Kironggo

Menurut Henry, pembangunan jogging track menjadi bagian dari penataan RTH secara menyeluruh. Pemerintah tidak hanya menyiapkan jalur olahraga, tetapi juga berupaya meningkatkan fungsi ruang terbuka publik agar lebih nyaman digunakan masyarakat.

Beberapa langkah yang dirancang DLH Bondowoso meliputi:

  1. Penyediaan jalur khusus olahraga, berupa jogging track yang aman untuk mengalihkan aktivitas olahraga dari bahu jalan.
  2. Modernisasi fasilitas RTH, melalui penataan kembali kawasan agar lebih tertib, bersih, dan memiliki nilai estetika.
  3. Penyediaan ruang publik inklusif, sehingga RTH dapat dimanfaatkan sebagai tempat interaksi masyarakat dari berbagai kelompok.

Baca juga: Dipelihara 4 Bulan, Warga Bondowoso Serahkan Elang Tikus ke BKSDA

Sebelum penataan dilakukan, Pemkab Bondowoso juga menggelar sosialisasi untuk memastikan rencana tersebut dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan dalam pemanfaatan ruang.

Sosialisasi melibatkan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bondowoso, Kasat Intel Polres Bondowoso, sejumlah kepala OPD terkait, Camat Bondowoso, Lurah Dabasah, serta pengurus paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL).

Henry mengatakan rencana penataan tersebut mendapat dukungan dari pihak-pihak yang mengikuti sosialisasi. Menurut dia, keberadaan jogging track tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap kesehatan, aktivitas ekonomi PKL, dan wajah kawasan perkotaan.

"Solusi ini tidak hanya menyelesaikan risiko keselamatan di jalan raya, tetapi juga membawa multiefek positif. Selain kesehatan masyarakat terfasilitasi, sektor ekonomi kerakyatan bagi PKL tetap tertata dan estetika kota terpelihara," pungkasnya.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.