TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang menutup rangkaian dua pertandingan uji coba di Jawa Timur dengan hasil imbang tanpa gol melawan Gresik United.
Meski gagal membawa pulang kemenangan, Laskar Mahesa Jenar tetap mempertahankan catatan tak terkalahkan dalam lima laga pramusim.
PSIS menghadapi Gresik United di Stadion Gelora Joko Samudro, Senin (24/8/2026). Pertandingan berakhir dengan skor 0-0.
Hasil tersebut menjadi laga kelima PSIS tanpa kekalahan selama persiapan menghadapi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
Sebelumnya, PSIS mencatat hasil 2-2 ketika menghadapi Persebaya, menang 1-0 atas Persik Kediri, bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC, serta mengalahkan Deltras FC dengan skor 2-1.
Baca juga: Masih Ada Tali Pusar, Bayi Perempuan Dibuang di Depan Area Makam Bandungan: Baru Lahir Beberapa Jam
Pelatih PSIS Semarang, Widodo C Putro, menilai pertandingan melawan Gresik United memberikan pengalaman penting bagi para pemain, terutama dari sisi fisik dan mental.
Pasalnya, PSIS hanya memiliki waktu istirahat satu hari setelah menjalani pertandingan melawan Deltras FC sebelum kembali turun ke lapangan menghadapi Gresik United.
"Uji coba ini sangat bagus menurut saya karena menguji mental mereka setelah jeda singkat mental mereka masih terjaga atau tidak.
Meskipun uji coba ini tidak menghasilkan kemenangan, namun anak-anak tetap konsisten dalam bermain," kata WCP saat dihubungi Selasa (25/8/2026).
Menurut Widodo, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari tujuan uji coba pramusim.
Ia ingin mengetahui bagaimana pemain menjaga konsentrasi dan performa ketika menghadapi situasi yang tidak ideal.
Dalam pertandingan kontra Gresik United, Widodo lebih banyak memberikan kesempatan kepada pemain yang selama ini belum mendapatkan menit bermain reguler.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi cara bagi tim pelatih untuk mengukur kesiapan seluruh anggota skuad menjelang kompetisi resmi.
"Pertama saya kasih kesempatan ke pemain yang menit bermainnya sangat kurang. Tapi apapun nanti di kompetisi, suasana dan kondisi tidak selalu dalam kondisi bagus.
Kadang harus menghadapi cuaca panas atau hal lain. Nah ini yang harus kita coba dan asah mentalitas," kata dia.
Bagi Widodo, kompetisi yang sebenarnya tidak selalu menghadirkan kondisi ideal. Karena itu, seluruh pemain harus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi pertandingan.
Salah satu aspek yang ingin dibangun PSIS menjelang kompetisi adalah konsistensi penampilan, baik ketika bermain di Stadion Jatidiri maupun saat menjalani laga tandang.
Widodo menilai mental bertanding tidak boleh bergantung pada status tuan rumah atau tim tamu.
"Saya tanamkan mindset ke anak-anak baik home atau away saya kira harus sama. Banyak peluang juga harusnya bisa dikonversi jadi gol," kata dia.
Catatan imbang tanpa gol melawan Gresik United sekaligus menjadi evaluasi bagi PSIS.
Terlepas dari hasil pertandingan, Widodo menyoroti pentingnya kemampuan pemain memaksimalkan peluang menjadi gol ketika kompetisi resmi berlangsung.
Sebelum memasuki pertandingan perdana Pegadaian Championship 2026/2027, Widodo masih menginginkan satu pertandingan uji coba tambahan.
Rencananya, laga tersebut diharapkan bisa digelar di Stadion Jatidiri, Semarang.
Uji coba di kandang sendiri dinilai penting agar pemain kembali merasakan atmosfer pertandingan di markas PSIS sebelum kompetisi resmi dimulai.
"Masih ada satu kali lagi dan saya harap di Jatidiri. Bagaimanapun harus coba di sana sebelum kompetisi," kata dia.
Dengan lima laga pramusim tanpa kekalahan, PSIS masih memiliki satu kesempatan terakhir untuk mematangkan persiapan.
Bagi Widodo, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran, karena kesiapan mental, fisik, konsistensi, serta kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting sebelum kompetisi resmi bergulir. (arl)