Laporan Wartawan TribunMadura.com, David Yohanes
TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Ambrolnya Dam Pacar membawa konsekuensi terhadap sistem irigasi di wilayah Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Bangunan yang berada di perbatasan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, dan Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, tersebut selama ini menyuplai tambahan debit air untuk saluran primer Lodagung yang mengairi lahan pertanian di sembilan desa.
Lima desa di Kecamatan Boyolangu dan empat desa di Kecamatan Campurdarat menjadi wilayah yang terdampak.
Pemerintah menyiapkan opsi penambahan debit dari saluran primer Lodagung untuk mengantisipasi kebutuhan sawah yang masih ditanami padi sembari menunggu solusi permanen.
Ambruknya dam ini diduga disebabkan oleh kerusakan tanggul dam di bagian selatan.
Dam Pacar selama ini menyuplai irigasi untuk sembilan desa di Kecamatan Boyolangu dan Kecamatan Campurdarat.
Mantan petugas penjaga Dam Pacar, Sunardi, mengatakan, sudah ada gerong sejak sebelum 2015.
"Saat itu saya laporkan, tapi lokasinya sulit karena ada di dalam air. Tidak kelihatan di permukaan," ucapnya, Selasa (25/8/2026).
Baca juga: Subandi Tinjau Atap SDN 1 Sidokepung Sidoarjo yang Ambrol, Siswa Sampai Belajar di Perpustakaan
Tanggul yang gerong ini ada di bagian selatan, di bawah pintu air.
Lokasinya di bawah permukaan air, sehingga bukti kerusakan ini sulit dibuktikan dengan foto.
Diduga semakin lama kerusakan ini semakin parah hingga akhirnya ambrol.
Sementara saat kejadian akan dilakukan investigasi terkait kerusakan dam ini.
"Sebenarnya sedang mau disurvei untuk melihat kerusakannya. Belum terlaksana sudah ambrol lebih dulu," tambah Sunardi yang sudah bertugas selama 23 tahun menjaga Dam Pacar.
Dam Pacar diperkirakan sudah berusia lebih dari 30 tahun.
Andri Setiawan, anggota tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, mengatakan, sebenarnya sudah ada laporan kerusakan Dam Pacar.
Baca juga: Polres Pamekasan Buru Pembuat Balon Udara Berpetasan yang Bikin Ambrol Atap SMP 1 Palengaan
Laporan awal, ada gerong di bawah air, sehingga perlu investigasi untuk memastikan kerusakan itu.
"Belum sempat pekerjaan investigasi itu dilakukan, sudah lebih dulu ambrol," ucapnya.
Saat kejadian, Andri mengaku berada di bagian barat atau bagian pembuangan di pintu dam.
Sekitar pukul 13.30 WIB tanda-tanda kerusakan sudah terlihat, karena ada pergeseran struktur.
Terdengar suara berderak dari pintu air dam yang mulai bergeser, tak kuat menahan tekanan air.
"Untungnya tidak ada aktivitas warga yang sedang mencari ikan. Padahal biasanya banyak pencari ikan di sisi barat pintu air," ungkapnya.
Di tanggul bagian selatan Dam Pacar ini terdapat 2 pintu untuk mengalirkan air ke area persawahan.
Fungsinya sebagai suplesi atau penambah debit air untuk saluran primer dari sistem irigasi Lodagung.
Ambruknya Dam Pacar akan mempengaruhi air tambahan untuk saluran primer ini.
Sementara sembilan desa yang ada di bagian ujung yang paling terdampak.
Ada lima desa di Kecamatan Boyolangu yang terdampak, yaitu Desa Sanggrahan, Pucung Kidul, Boyolangu, Kendalbulur dan Ngranti.
Baca juga: Niat Pergi ke Sawah, Warga Bondowoso Syok Temukan Jasad di Saluran Irigasi
Selain itu ada empat desa di Kecamatan Campurdarat, yaitu Desa Tanggung, Pojok, Pelem dan Wates.
Saat ini mayoritas sawah di desa-desa ini beralih ke palawija, sehingga tidak terlalu membutuhkan air.
"Ada yang masih tanam padi, nanti solusinya debit dari saluran primer Lodagung akan ditambah," ungkap Andri.
Solusi permanen, pintu air Dam Pacar harus segera dibangun karena bagian dari sistem irigasi untuk ketahanan pangan lewat produksi padi.
Apalagi luas persawahan di sembilan desa terdampak mencapai sekitar 900 hektare.
Menurut Andri, solusi sementara juga akan diputuskan sebelum ada solusi permanen.
"Risikonya saat musim hujan air langsung terbuang, tidak bisa kita tahan. Saat kemarau saluran suplesi tidak akan berfungsi," pungkasnya.