Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Senyum bahagia bercampur haru terpancar dari Ansel Abon bersama istrinya, Regina, warga Kampung Rebuk, Dusun Watu Lencung, Desa Perak, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.
Pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia (lansia) ini selamat dari gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Namun, gempa tersebut membuat rumah mereka ambruk. Kerugian yang dialami keluarga yang memiliki tiga anak dan empat cucu itu mencapai puluhan juta rupiah.
Sejumlah barang milik mereka juga rusak tertimpa reruntuhan, termasuk satu unit sepeda motor matic Mio yang hingga kini masih berada di bawah reruntuhan rumah.
Baca juga: Dengar Laporan Gempa Flores NTT, Megawati: Terus Bersama Mereka
Ansel bersama Regina, anak-anak, dan cucu mereka kini kehilangan tempat tinggal. Mereka terpaksa bertahan di kemah darurat berbahan terpal sambil mengandalkan makanan seadanya karena persediaan makanan semakin menipis.
"Kami menderita karena rumah kami rusak, barang-barang kami juga rusak karena gempa ini. Kami sudah kehilangan rumah dan tinggal di bawah kemah mandiri yang kami tempati sudah sepuluh hari dan kami makan seadanya karena stok makanan kian menipis," ungkap Ansel kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).
Ansel mengaku hingga kini mereka belum berani pergi ke kebun maupun melakukan aktivitas untuk mencari penghidupan karena gempa susulan masih terus terjadi.
Di tengah kondisi sulit tersebut, Ansel bersama keluarganya sedikit merasa lega setelah mendapat bantuan sembako dari Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi NTT, Fernando Soares.
Ansel menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Menurut dia, bantuan itu sangat berarti karena sebelumnya mereka baru sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah dan jumlahnya tidak banyak.
"Terima kasih banyak untuk Bapak Fernando Soares juga Partai Gerindra yang sudah datang membantu kami di tengah situasi bencana gempa ini. Meski bantuan ini tidak seberapa tapi patut kami syukuri, sebab bantuan ini sangat berarti bagi kami," ungkapnya.
Meski demikian, Ansel berharap pemerintah maupun pihak lainnya turut tergerak membantu mereka di tengah kondisi sulit akibat gempa.
Fernando, yang juga Wakil Ketua I DPRD Provinsi NTT, bersama tim relawan turun langsung menyerahkan bantuan sembako di dua desa di Kecamatan Cibal, yakni Desa Perak dan Desa Beamese.
Bantuan berupa bahan kebutuhan pokok tersebut terdiri dari beras, telur, minyak goreng, susu, hingga air minum. Bantuan disalurkan kepada korban gempa Flores yang tersebar di 50 titik dari sembilan anak kampung di dua desa tersebut.
Fernando mengatakan, meski Kecamatan Cibal bukan daerah pemilihannya, dirinya tetap turun membantu karena terdorong rasa kemanusiaan.
"Rasa kemanusiaanlah yang mendorong hati saya memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa di Flores, jangan dulu singgung soal dapil pemilihan. Ini bentuk kemanusiaan," ungkapnya tegas.
Menurut Fernando, bantuan sembako yang disalurkan relawannya tidak hanya dilakukan di Kabupaten Manggarai, tetapi juga di beberapa kabupaten di Flores, termasuk Kabupaten Nagekeo dalam jumlah sedikit.
Namun, dalam situasi bencana, kata dia, kecepatan menjangkau masyarakat menjadi hal yang sangat penting.
"Bantuan tidak cukup hanya terkumpul di satu lokasi, tetapi harus bergerak mendekati kantong-kantong warga yang membutuhkan," ujarnya.
Karena itu, pihaknya bergerak bersama sejumlah relawan di beberapa kabupaten untuk menyisir titik-titik terdampak, melihat kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan.
"Apalagi masih ada masyarakat di Kecamatan Cibal yang belum tersentuh bantuan, semoga dengan adanya bantuan ini bisa menembus masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sama sekali," ujarnya. (rob)