TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), dijadwalkan melakukan kunjungan ke Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis-Jumat, 27-28 Agustus 2026.
Pada Kamis (27/8/2026), JK dijadwalkan menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
JK dijadwalkan berangkat dari Bandara Halim, Jakarta, pukul 15.00 menuju Surabaya dan tiba di Bandara Juanda pukul 16.30.
Dari Bandara Juanda, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang.
Baca juga: NU Peduli Kemanusiaan Kembali Salurkan Bantuan Tahap III untuk Pengungsi Dusun Waturia
Pada pukul 19.00, JK dijadwalkan menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Lapangan Untung Suropati Tambakberas Jombang.
Usai menghadiri acara tersebut, JK dijadwalkan kembali menuju Surabaya dan tiba di Hotel Best Western De Papilio, Jalan Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya, pukul 23.50 untuk beristirahat.
Pada Jumat (28/8/2026), JK dijadwalkan bertolak dari Surabaya menuju Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.
Dari Hotel Best Western De Papilio, JK dijadwalkan berangkat menuju VIP Room Bandara Juanda pukul 06.15. Pesawat kemudian dijadwalkan lepas landas pukul 07.00 menuju Maumere.
JK dijadwalkan tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, pukul 09.35.
Selanjutnya, pada pukul 10.30, JK dijadwalkan meninjau lokasi pengungsian korban bencana gempa bumi di Maumere, Kabupaten Sikka.
Pada pukul 11.45, JK dijadwalkan melaksanakan salat Jumat di Masjid (Akan Diinformasikan)
Setelah itu, JK dijadwalkan bertolak dari Maumere menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pukul 14.00 dan tiba di Bandara Komodo pukul 14.35.
Di Labuan Bajo, JK dijadwalkan meninjau gudang logistik di Posko PMI pada pukul 15.00.
Kemudian pada pukul 16.00, JK dijadwalkan meninjau lokasi kerusakan dan pengungsian korban gempa bumi NTT.
Rangkaian kunjungan di NTT dijadwalkan berakhir pada pukul 17.30. JK kemudian bertolak dari Bandara Komodo menuju Jakarta dan dijadwalkan tiba di Bandara Halim pukul 18.50.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih menyisakan dampak bagi masyarakat hingga Selasa (25/8/2026). Tujuh Kabupaten di Flores terdampak gempa tersebut diantaranya Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai (Tengah) dan Manggarai Barat.
Gempa utama berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG menyebut gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Belakang Busur Flores (Flores Back Arc Thrust).
Aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah Flores. BMKG mencatat ribuan gempa susulan pascagempa utama dan menyebut aktivitas tersebut berpotensi berlangsung hingga sekitar empat minggu.
Data penanganan bencana yang telah dihimpun sebelumnya menunjukkan dampak gempa cukup luas dengan korban jiwa, korban luka pengungsi serta kerusakan rumah dan fasilitas umum di sejumlah wilayah terdampak.
Hingga Selasa (25/8/2026), aktivitas kegempaan masih terpantau. Data real-time BMKG mencatat sejumlah gempa di wilayah Flores termasuk gempa magnitudo 3,1 pada pukul 17.48 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.
Pemerintah bersama berbagai pihak masih melakukan penanganan dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak termasuk warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.