Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Sebuah video yang beredar di media sosial menarasikan sekelompok warga negara Indonesia (WNI) mencuri makanan beserta kotak pengirimannya setelah gempa besar melanda Prefektur Kumamoto, Jepang. Namun, narasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.
Hasil pemeriksaan fakta Japan Fact-check Center (JFC) menunjukkan bahwa orang-orang yang terlihat dalam video merupakan pekerja asal Indonesia di Pabrik Kyushu Fujipan Kumamoto. Makanan yang mereka bawa juga bukan hasil pencurian, melainkan makanan darurat yang dibagikan secara resmi oleh perusahaan.
JFC mengidentifikasi lokasi dalam video sebagai area parkir asrama Pabrik Kyushu Fujipan Kumamoto di sekitar Pabrik Fujidelica Kyushu, Kota Uki, Prefektur Kumamoto.
Baca juga: Hadapi Musim Dingin, Ukraina Minta Jepang Kirim Rudal Patriot: Perkuat Pertahanan Udara
JFC kemudian meminta konfirmasi kepada kantor pusat Fujipan Group pada 6 Agustus 2026.
Fujipan membenarkan bahwa video tersebut direkam di tempat parkir asrama Pabrik Kyushu Fujipan Kumamoto.
“Warga asing yang terlihat dalam video adalah peserta magang teknis dan pekerja berketerampilan khusus berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja di Pabrik Kyushu Fujipan Kumamoto,” jelas perusahaan.
Makanan Dibagikan sebagai Bantuan Darurat
Menurut Fujipan, rekaman tersebut memperlihatkan para pekerja sedang beristirahat di tempat parkir asrama setelah gempa bumi terjadi.
Perusahaan menegaskan makanan yang terlihat dalam video bukan barang yang diambil dari toko.
“Produk yang terlihat dalam video bukan dicuri dari toko, melainkan dibagikan sebagai makanan darurat kepada para pekerja,” ungkap Fujipan.
Makanan tersebut sebelumnya tidak dapat dikirimkan ke tempat tujuan akibat kondisi setelah gempa. Karena itu, perusahaan memilih membagikannya kepada para pekerja sebagai makanan darurat.
Fujipan juga menegaskan tidak pernah terjadi pencurian sebagaimana yang dituduhkan dalam unggahan media sosial tersebut.
Fujipan Khawatir Informasi Palsu Merugikan Pekerja
Fujipan menyampaikan kekhawatiran atas penyebaran informasi yang tidak sesuai dengan fakta.
“Penyebaran informasi yang berbeda dari kenyataan berpotensi merusak kehormatan dan kepercayaan terhadap pihak-pihak terkait,” demikian pernyataan perusahaan.
Informasi palsu tersebut tidak hanya berpotensi merugikan perusahaan, tetapi juga para pekerja yang terlihat dalam video, keluarga mereka, serta pihak lain yang berkaitan.
Perusahaan menyatakan akan menangani persoalan tersebut berdasarkan fakta dengan tetap menghormati hak asasi manusia dan privasi pihak-pihak terkait.
Baca juga: Pekerja Asing di Jepang Makin Mudah Pindah Kerja, Daerah Harus Bersaing dengan Tokyo dan Osaka
JFC Nyatakan Tuduhan Pencurian Tidak Benar
Berdasarkan pemeriksaan fakta, JFC menyimpulkan bahwa orang-orang dalam video merupakan pekerja Pabrik Kyushu Fujipan Kumamoto.
Makanan dalam kotak pengiriman tersebut dibagikan secara resmi oleh Fujipan kepada para pekerjanya karena tidak dapat dikirimkan setelah gempa.
Dengan demikian, narasi di media sosial yang menyebut “sekelompok orang Indonesia mencuri makanan beserta kotak pengirimannya” dinyatakan salah.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di media sosial, terutama terkait bencana dan kelompok masyarakat tertentu, perlu diverifikasi sebelum dipercaya atau disebarluaskan.
Unggahan yang tidak sesuai fakta dapat menimbulkan stigma terhadap kelompok tertentu dan merugikan orang-orang yang sebenarnya tidak melakukan pelanggaran apa pun.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com