TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- Jalan Pleburan III di kawasan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Deretan bunga bugenvil atau dikenal bunga kertas yang menghiasi tembok sebuah rumah kawasan tersebut, menjadi daya tarik baru bagi warga yang ingin berburu foto estetik.
Tribun Jateng mengunjungi spot yang digandrungi anak muda berburu foto tersebut, Selasa (25/8/2026).
Pengunjung tampak berdatangan. Tak hanya berasal dari Kota Semarang, sejumlah wisatawan dari luar daerah turut menyempatkan diri mampir ke lokasi tersebut.
Di antaranya Aisyah (21), wisatawan asal Pekalongan. Ia sedang berwisata di Kota Semarang dan sebelumnya mengunjungi spot bunga Tabebuya di kawasan jalan Madukoro, Semarang Barat.
Usai dari jalan Madukoro, Aisyah melanjutkan perjalanan ke kawasan Pleburan untuk melihat sekaligus berfoto di antara bunga dengan nama ilmiah bougenvillia spectabillis itu.
"Baru pertama," ujar Ais, sapaan Aisyah kepada Tribun Jateng mengenai kunjungannya ke spot bugenvil tersebut.
Ia mengaku mengetahui lokasi itu dari media sosial TikTok. Meski baru pertama kali datang, Ais menilai keberadaan bunga bugenvil tersebut cukup menarik untuk dijadikan latar foto.
"Tahu dari TikTok. Bagus sih, cantik," kesannya.
Menurutnya, sebelumnya ia juga sempat mencari spot bunga lain di kawasan jalan Madukoro. Namun, kondisi bunga tabebuya di lokasi tersebut sudah tidak semeriah sebelumnya.
"Di Madukoro. Bunganya kayak sudah mulai habis. Lalu lanjut ke sini," tuturnya.
Sementara itu, untuk kawasan Pleburan, Ais menilai bunga bugenvil yang ada masih bisa dikembangkan agar daya tariknya semakin kuat.
Menurutnya, keberadaan spot-spot bunga semacam itu cukup menarik bagi wisatawan yang ingin mendapatkan foto untuk diunggah ke media sosial.
Meski harus menempuh perjalanan dari jauh, ia mengaku kedatangannya ke Pleburan cukup sepadan jika bisa mendapatkan foto yang menarik.
"Kebetulan saya memang orang Pekalongan, tapi kos di Kendal karena kerja di sana."
"Kalau ke sini jauh sih. Tapi saat sampai sini senang, dapat foto cakep," imbuhnya.
Rencananya, hasil foto tersebut akan ia unggah melalui media sosial Instagram.
"Oh, di IG (instagram)," ucapnya.
Pengunjung lain, Lintang warga Ungaran, Kabupaten Semarang, datang bersama rombongan berisi tujuh orang.
Lintang mengaku mengetahui keberadaan spot tersebut dari TikTok. Berbagai unggahan yang berseliweran di media sosial membuatnya penasaran untuk datang dan melihat langsung suasananya.
"Saya tahu dari TikTok. Di sana sudah banyak seliweran ya. Jadi saya ke sini," kata dia.
Kunjungan ke Pleburan menjadi tujuan pertama Lintang dalam berburu spot foto bernuansa bunga di Kota Semarang. Ia mengaku belum sempat mendatangi lokasi lain yang juga ramai direkomendasikan di media sosial.
"Aduh, belum. Baru ke sini," ucapnya.
Setibanya di lokasi, Lintang mengaku suasana yang ditemuinya sesuai dengan ekspektasi. Deretan bunga bugenvil yang bermekaran memberikan kesan segar sekaligus menarik sebagai latar untuk berfoto.
"Seru, suka, cantik. Bagus, seger-seger gitu," kesannya.
Lintang sendiri mengaku memang gemar mencari spot-spot foto menarik. Seperti banyak pengunjung muda lainnya, hasil jepretannya biasanya dibagikan melalui media sosial.
"Iya, suka."
"Biasanya diposting di Instagram," bebernya.
Menurutnya, Kota Semarang sebenarnya memiliki cukup banyak lokasi yang menarik untuk dikunjungi. Namun, untuk spot yang mengandalkan keberadaan bunga sebagai daya tarik utama, kawasan Pleburan dinilainya lebih menonjol.
"Kalau spot-spot yang bagus mungkin banyak, tapi kalau yang bunga-bunga mungkin yang lebih bagus mungkin di sini," ungkapnya.
Tak hanya menawarkan pemandangan bunga, suasana di jalan Pleburan III bahkan membuat Lintang merasakan nuansa seperti sedang berada di Bandung.
"Vibes-nya kayak di Bandung ya, bagus," ungkapnya.
Kesan tersebut membuat kunjungan pertamanya ke Pleburan terasa sesuai dengan apa yang ia lihat sebelumnya melalui TikTok.
Meski demikian, Lintang belum langsung berencana berpindah ke spot lain. Ia dan rombongannya memilih menikmati lokasi Pleburan terlebih dahulu. Jika ada kesempatan, tempat-tempat lain yang ramai di media sosial akan menjadi tujuan berikutnya.
"Mungkin next time ke tempat yang lain, tapi kami coba dulu di sini," imbuhnya.
Baca juga: Terungkap Pemiliknya, Ramai Pulau Menjangan Kecil Jepara Dijual Rp 500 M di Medsos
Pemilik Rumah Tak Keberatan
Ramainya pengunjung yang datang untuk berfoto, ternyata tak membuat pemilik rumah keberatan. Pemilik rumah itu adalah pasangan suami istri Edi Hariyanto (78) dan Tuti (68). Edi dan Tuti mengaku senang selama pengunjung tidak mengganggu warga sekitar.
"Ya, menyenangkan orang lain, kan," ucap Tuti ditemui Tribun Jateng di rumahnya.
Menurut Tuti, tanaman di sekitar rumah memang sudah menjadi kegemaran suaminya sejak lama. Bugenvil yang kini menarik perhatian pengunjung bahkan telah ditanam sekitar 7 tahun lalu, jauh sebelum kawasan tersebut ramai di media sosial.
Tuti mengatakan, kawasan tersebut sebenarnya pernah viral sekitar dua tahun lalu. Namun, popularitasnya saat itu belum sebesar sekarang karena kondisi bunga tidak selalu semeriah ketika musim berbunga.
"2 tahun yang lalu kan sudah viral juga. Tapi enggak seviral ini," ucapnya.
Ia menyebut, keramaian kembali terasa sekitar tiga bulan terakhir, terutama setelah Lebaran. Pengunjung pun datang dari berbagai daerah setelah lokasi tersebut kembali banyak muncul di TikTok.
"Tapi ini kira-kira 3 bulan yang lalu."
"Nah, itu udah ramai sekali. Habis Lebaran itu," bebernya.
Bagi Tuti dan keluarganya, kedatangan warga untuk berfoto sebenarnya tidak menjadi persoalan. Namun, ia berpesan, pengunjung tidak membuang sampah sembarangan dan mengganggu tetangga.
"Yang repot itu kalau enggak sadar buang sampah. Tapi kalau baik-baik saja enggak keberatan," ungkapnya.
Ia juga berharap pengunjung tidak datang hingga terlalu malam. Menurutnya, waktu yang paling ramai biasanya pagi dan sore hari.
"Jangan sampai jam 10 malam (22.00 WIB) lebih, ya."
"(Kalau ramainya rata-rata saat) Sore dan pagi," ujarnya.
"Dari dulu Bapak suka menanam tanaman. Kami juga enggak pernah foto-foto di sebar-sebar juga enggak."