Mengulik Surganya Mainan Anime hingga Superhero di Cimahpar Bogor, Laris Tembus Pasar Malaysia
Tsaniyah Faidah August 25, 2026 08:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Bendera logo One Piece terlihat jelas di bangunan ukuran sekira 3x4 meter pinggir Jalan Raya Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa (25/8/2026) petang.

Dekorasi tanaman hijau serta kamera-kamera analog juga terpajang di dindingnya.

Spanduk bertuliskan Kokoreh Cocooan terlihat jelas lengkap dengan nomor telepon.

Namun, siapa sangka, di ruangan yang tak begitu besar ini ternyata menyimpan 'Surga' mainan karakter anime hingga superhero.

Ada Naruto, Luffy One Piece, Spiderman, bahkan ada tokoh superhero Hulk yang badannya semua berwarna hijau serta besar.

Mainan-mainan ini ternyata menjadi ladang cuan setiap hari bagi Dimas Pratama (28) pemuda yang pernah mengenyam pendidikan kuliah di Universitas Pasundan (Unpas) Bandung.

Ia menjual dan membanderol mainan ini l mulai dari 15 ribu sampai 1,5 juta. Semuanya dipajang secara tersusun olehnya.

Ada yang disimpan di atas dan di dalam etalase, bahkan ada juga yang digantung.

"Semuanya dijual mulai yang termurah sampai ada juga yang paling mahal di 1,5 juta," ucap Dimas Pratama (28) pemilik Kokoreh Cocooan sambil membuka obrolan dengan TribunnewsBogor.com.

KOKOREH COCOOAN - Melihat Kokoreh Cocooan di Cimahpar Kota Bogor surganya mainan anak karakter superhero, Selasa (25/8/2026).
KOKOREH COCOOAN - Melihat Kokoreh Cocooan di Cimahpar Kota Bogor surganya mainan anak karakter superhero, Selasa (25/8/2026). (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

Kenangan Dimas langsung terlempar jauh tujuh tahun yang lalu.

Saat itu ia berhenti kuliah, langsung memilih hidupnya dihabiskan untuk berusaha.

Satu pikirannya saat itu yakni bagaimana caranya ia yang terlahir sebagai anak pertama di keluarganya tidak mengecewakan orangtuanya.

Ia terjun bebas menyelami bisnis di bidang mainan karakter anime hingga superhero.

Mulanya, ia menggelar lapak kecil-kecilan di Taman Heulang atau Taheul, sampai Car Free Day (CFD) Kota Bogor tahun 2019 lalu.

Bermodalkan 300 ribu, ia sedikit demi sedikit menjual mainan.

Namun, saat itu ia sudah berkorban menjual koleksi pribadinya yakni karakter-karakter One Piece.

"Mulanya dari hobi. Hobi saya memang di mainan. Awalnya ya saya jualan saja gelar lapak," kenangnya.

Keuntungan ia dapatkan dari berjualan dengan cara menggelar lapak itu. Koleksi mainan yang dijual langsung ditambah.

Selama dua tahun atau tepatnya tahun 2021 Dimas melakukan hal yang sama sampai akhirnya ia mampu menyewa ruko di Cimahpar.

Koleksi mainannya terus bertambah mulai dari ukuran kecil sampai besar. Ruangan yang disewanya langsung penuh.

KOKOREH COCOOAN - Melihat Kokoreh Cocooan di Cimahpar Kota Bogor surganya mainan anak karakter superhero, Selasa (25/8/2026).
KOKOREH COCOOAN - Melihat Kokoreh Cocooan di Cimahpar Kota Bogor surganya mainan anak karakter superhero, Selasa (25/8/2026). (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

"Tahun 2021 pindah kesini. Berarti sampai sekarang sudah lima tahun. Koleksinya terus bertambah," ujarnya.

Keuntungan dan pendapatan masih belum stabil sebab peminatnya masih belum begitu banyak.

Untuk mendapatkan uang, Dimas harus menunggu sampai sore hari. Itupun yang didapatkan olehnya hanya 10 ribu saja.

"Istilahnya panglaris kan. Awalnya saya sore baru bisa dapatnya," kenangnya.

Dimas menyadari bahwa ia harus menciptakan pasarnya sendiri saat itu.

Jejaring sesama kolektor dan penjual mainan serupa terus diperkuat olehnya.

Selama dua tahun atau tahun 2023 hal itu terus dilakukan oleh Dimas. 

Bahkan ia berhubungan dengan kolektor dari berbagai kota untuk bagaimana caranya mengembangkan usaha mainan serta memenuhi koleksi mainannya ini.

Satu demi satu media mulai melirik usahanya yang memang berbeda dengan orang lain.

Alhasil, kecanggihan media sosial atau medsos mulai menyebarkan nama Kokoreh Cocooan yang jika dalam Bahasa Indonesia memiliki arti mencari mainan ini.

Mulai dari anak kecil, bahkan sampai orang-orang dewasa mulai melirik koleksi barang yang dijual Dimas.

Bahkan, tak jarang, mereka yang membeli menjadi pelanggan tetap Kokoreh.

Tidak hanya warga Kota Bogor saja, warga negara asing atau WNA ikut membeli mainan yang dijual oleh Dimas ini 

Satu demi satu barang terjual dan Dimas merasakan pendapatan yang lumayan dari mainan.

Koleksi terus ditambah berkat pendapatan yang menaik. Orang yang mencari sesuatu mainan langsung dipenuhi oleh Dimas.

"Untuk yang beli memang kebanyakan Dewasa. Mereka itu selalu bilang suka ingat jaman kecil. Dan kebanyakan juga menjadi langganan," ujarnya.

Dimas tidak terlena dan terus mengembangkan usahanya.

Namun, perkembangan ekonomi saat ini sedikit membuat usaha Dimas turun.

Pendapatannya tidak stabil seperti tahun 2023 lalu. Tahun 2026 yang sudah masuk bulan Agustus ini sedikit dirasa pahit oleh Dimas.

Untuk mendapatkan omzet 5 juta dalam satu bulan begitu sulit.

Orang-orang diperkirakan olehnya memilih menghabiskan uangnya untuk kebutuhan makan saat ini.

"Bayangkan saja sekarang ayam sudah 40 sekilo. Sudah mau 50 kan. Boro-boro beli mainan, beli untuk makan aja sudah semahal itu," ketusnya.

Memang, saat ini masih ada pelanggan tetap yang terus berdatangan ke tokonya.

Dimas pun tidak pernah meliburkan usahanya walaupun hari libur. Justru menurutnya, hari libur ramai pembeli.

Dikenangannya, toko miliknya pernah penuh sesak oleh pelanggan.

"Gas terus kita libur juga. Apalagi kondisi saat ini kan. Namanya usaha ya harus kita jalanin," semangatnya.

Pembeli yang datang ternyata jaraknya lumayan jauh dari toko Dimas.

Salah satunya Naufal Eka (26) asal Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Ia sengaja datang untuk membeli beberapa barang mainan. Semua koleksi itu memang sengaja dikumpulkan olehnya.

"Kalau nyari barang yang saya belum ada dirumah, biasanya saya langsung kesini," kata Eka sambil menaiki sepeda motornya.

Ia sering membeli barang lebih dari satu di Toko Dimas ini.

Ia mencari beberapa barang mainan dengan karakter unik.

Ia juga mencari karakter kartun yang ia tonton semasa kecilnya.

"Itung-itung nostalgia jadi sekalian nyari karakter kartun yang ditonton setiap hari Minggu dulu," kenangnya.

Digitalisasi Menjadi Terobosan Paling Ampuh

Dimas memang tidak kehabisan akal agar 'dapurnya tetap ngebul'.

Semua platform atau wadah terutama di dunia digital diselami. 

Mulai dari live di medsos akun Kokoreh, sampai memaksimalkan penjualan di online shop Shopee.

"Saya selalu live. Dan saat live banyak yang nanya dan akhirnya membeli mainan disini," kenangnya.

Ratusan barang yang dimilikinya tercatat sudah terjual.

Bahkan, pembelinya tidak hanya berasal dari Kota Bogor saja.

Beberapa kali barangnya diorder oleh pelanggannya yang berasal dari Negeri Jiran Malaysia.

Pelanggan dari Malaysia membeli mainan miliknya melalui Shopee.

"Kita bisa 15 paket dikirim kesana (Malaysia)," kenangnya.

Pelanggan dari Malaysia itu terus membeli mainan milik Dimas ini.

Tak jarang mereka membeli mainan dengan harga yang paling mahal. Dimas senang dan semakin bersemangat.

Shopee sangat membantu usaha miliknya. Kokoreh Cocooan milik Dimas di Shopee bernama KOKOREH_COCOOAN.

Banyak pelanggan dari Jabodetabek juga membeli melalui aplikasi Shopee ini.

"Kalau Jabodetabek ada juga. Ya bisa 50 paket lah sebulan yang beli lewat Shopee," ujarnya.

Namun, kemudahan itu tentu ada hambatannya.

Biaya admin yang terlalu besar yakni 20 persen membuat Dimas merasa terbebani.

Satu sisi ia harus tetap menjual barangnya, satu sisi ia harus menaikan harga jualnya jika ingin tetap mendapat untung.

"Misal harga mainanya itu 15 ribu, nanti ke kitanya tidak dapat 15 ribu tapi 11 ribu lebih. Ya dipotong admin 20 persen langsung dari Shopeenya," katanya.

UMKM seperti dirinya harus dikecualikan oleh pemilik aplikasi agar tetap bisa hidup.

Biaya admin sebesar 20 persen tentunya harus diturunkan agar pendapatan bisa maksimal.

"Seharusnya jangan 20 persen. Kalau bisa turun dan kecilnya itu 10 persen. Jadi tidak terlalu besar potongannya," sarannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.