TEMPILANG, BABEL NEWS - Satuan Polairud Polres Bangka Barat menggelar patroli intensif dan pemantauan ketat di sejumlah kawasan pesisir serta jalur-jalur rawan di Kecamatan Tempilang, Rabu (19/8) malam. Kegiatan ini sebagai upaya mencegah praktik penyelundupan pasir timah keluar dari wilayahnya.
Penyisiran yang berlangsung memprioritaskan kawasan pesisir Pantai Sika, Sungai Baiti, hingga berbagai akses jalan alternatif yang terhubung langsung ke arah pantai. Pengawasan ini sengaja dirancang untuk mengantisipasi dimanfaatkannya titik-titik tersembunyi yang jauh dari jangkauan pemeriksaan di jalur resmi.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Helen Simanjuntak, menegaskan pentingnya langkah preventif tersebut. "Pengawasan tidak hanya dilakukan di pelabuhan resmi, tetapi juga menyasar jalur-jalur alternatif dan kawasan pesisir yang berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan penyelundupan," kata Helen Simanjuntak, Jumat (21/8).
Menurutnya, kawasan perairan dan pesisir Tempilang memang memerlukan perhatian khusus mengingat akses jalannya yang langsung menembus ke pantai dapat disalahgunakan untuk mengangkut barang ilegal tanpa terdeteksi.
Oleh karena itu, personel di lapangan tidak hanya bersiap di satu titik, melainkan bergerak menyisir sepanjang garis pantai dan menyisir jalan-jalan sempit yang dapat dilalui kendaraan.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk tidak memberi celah sedikit pun bagi para pelaku kejahatan tambang ilegal. "Kami terus melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang dinilai rawan. Tujuannya untuk mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan jalur tidak resmi untuk melakukan penyelundupan," ucapnya.
Kasat Polairud Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono menegaskan patroli serupa akan semakin ditingkatkan. "Pengawasan ekstra bakal terus difokuskan pada titik-titik perairan yang sulit dipantau dari jalur utama," ujarnya.
Seiring dengan peningkatan patroli ini, Polres Bangka Barat mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar tidak nekat terlibat dalam aktivitas pengangkutan maupun penyelundupan pasir timah secara ilegal.
"Kepolisian juga sangat berharap adanya peran aktif warga untuk segera melaporkan jika melihat adanya pergerakan atau aktivitas mencurigakan di sekitar wilayah pesisir demi menjaga kelestarian aset dan keamanan daerah," tegasnya.
Sebelumnya, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bangka Barat menyisir area Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (15/8) malam. Satu per satu kendaraan yang hendak naik ke atas kapal tak luput dari pemeriksaan mendalam.
Petugas meneliti secara cermat setiap sudut muatan truk, menyisir terpal penutup barang, hingga memeriksa kelengkapan dokumen kapal seperti manifest dan surat-surat kendaraan. Tak berhenti di situ, pemeriksaan dilanjutkan ke area loket penimbangan untuk mencocokkan berat nyata kendaraan.
Setiap pengemudi dimintai keterangan intensif mengenai asal-usul barang yang dibawa serta kota tujuan pengirimannya. Langkah ini menjadi garda terdepan kepolisian dalam mengamankan komoditas berharga daerah dari tangan-tangan jahat yang mencoba memanfaatkan jalur penyeberangan laut secara ilegal.
Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso mengatakan, pengetatan ini merupakan bentuk langkah preventif yang dilakukan secara konsisten oleh jajarannya. "Polres Bangka Barat terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara humanis terhadap kendaraan maupun muatan yang akan menyeberang," kata Yos Sudarso, Minggu (16/8).
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan agar tidak terjadi penyelundupan timah melalui wilayah hukum Bangka Barat. Lanjut dia, pemeriksaan berlangsung ketat dan menyeluruh, para personel di lapangan tetap mengedepankan pendekatan yang ramah dan profesional kepada para pengguna jasa penyeberangan.
Ia menegaskan, kehadiran polisi di pelabuhan tak hanya sebagai penyaring pelanggaran, tetapi juga pelindung keamanan masyarakat. "Setiap kendaraan dan muatan menjadi perhatian, terutama apabila ditemukan hal-hal yang mencurigakan," tegasnya. (u2)