Liputan6.com, Jakarta - Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem olahraga padel di Tanah Air. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penyelenggaraan FIP Silver & FIP Promises Bali di Island Sports, Bali, pada 10-16 Agustus 2026.
Turnamen tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya ajang FIP Silver digelar di Indonesia. Tak sekadar menghadirkan persaingan berstandar internasional, kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi atlet nasional untuk menguji kemampuan menghadapi pemain dari berbagai negara.
Sebanyak 238 atlet dari 32 negara ambil bagian dalam FIP Silver Bali. Para peserta datang dari sejumlah negara dengan tradisi padel kuat, seperti Spanyol, Italia, Argentina, Portugal, Singapura, Jepang, Jerman, Brasil, Inggris, hingga Thailand.
Kehadiran ratusan atlet internasional tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan padel Indonesia. Dengan menjadi tuan rumah kompetisi berlevel internasional, atlet Indonesia bisa mendapatkan pengalaman bertanding menghadapi pemain dengan karakter dan level permainan yang beragam tanpa harus selalu berkompetisi di luar negeri.
Pada kategori putra, gelar juara menjadi milik pasangan Marcos Gonzalez Blanco dari Spanyol dan Martin Abud. Sementara itu, kategori putri dimenangkan pasangan asal Spanyol, Carla Fernandez Gonzalez dan Nerea Guerra Santana.
Tak hanya menggelar kompetisi senior, PBPI juga memberikan perhatian besar terhadap pembinaan atlet usia muda melalui FIP Promises Bali.
Ajang tersebut diikuti 276 atlet muda dari 10 negara, yakni Amerika Serikat, Malaysia, Italia, Inggris, Kazakhstan, Prancis, Rusia, Singapura, Kuwait, dan Jerman.
Bagi PBPI, kompetisi kelompok usia menjadi bagian penting dalam membangun jalur pembinaan atlet secara berkelanjutan. Pengalaman tampil di turnamen internasional sejak usia dini diharapkan membuat talenta-talenta muda Indonesia semakin siap menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.
Hasilnya pun cukup menggembirakan. Sejumlah pasangan Indonesia berhasil meraih gelar juara di berbagai kelompok usia.
Pada kategori U-12 putra, pasangan M. Rakha Rezqiano Simanjuntak dan Oziel Kurnia Alfarizqi keluar sebagai juara. Kemudian, Gibra Hazell Alvaro dan Oliver Nathan Darmawan menjadi kampiun U-14 putra.
Sementara itu, kategori U-14 putri dimenangkan Calia De Heyn dan Namu Steenbakkers. Pada U-16 putri, gelar juara diraih Johanna Nesya Rosejaya dan Ratu Athena Putri.
Prestasi Indonesia berlanjut di kelompok U-18. Bagas Putrajati dan Rafael Jose Soesilo menjadi juara U-18 putra, sedangkan Ratu Athena Putri dan Kadek Nandini Oktavia Nandin merebut gelar U-18 putri.
Untuk kategori U-12 putri, Zara Settimi dari Italia dan Bellaluna Syahputri dari Indonesia keluar sebagai pemenang. Sementara kategori U-16 putra menjadi milik pasangan Kazakhstan, Arnur Tursynkhan dan Islam Duissengazin.
Deretan prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa Indonesia memiliki talenta muda yang mampu bersaing dalam kompetisi internasional.

PBPI menilai penyelenggaraan FIP Silver dan FIP Promises Bali tidak semata-mata mengejar hasil pertandingan. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem padel nasional secara menyeluruh.
Kehadiran atlet internasional memberikan kesempatan bagi pemain Indonesia untuk mendapatkan pengalaman baru. Di sisi lain, pelatih dan ofisial juga memperoleh exposure terhadap standar kompetisi internasional.
Dampaknya diharapkan turut dirasakan klub dan komunitas padel di Tanah Air. Semakin banyak kompetisi berkualitas yang digelar, semakin besar pula dorongan bagi seluruh elemen ekosistem untuk meningkatkan standar masing-masing.
PBPI pun berharap Indonesia memiliki jalur kompetisi yang semakin jelas, mulai dari kelompok usia hingga level senior. Dengan demikian, atlet muda yang memiliki potensi dapat terus berkembang hingga mampu bersaing di level Asia bahkan dunia.
Penyelenggaraan FIP Silver & FIP Promises Bali menjadi salah satu bukti bahwa perkembangan padel di Indonesia semakin mendapatkan perhatian.
Dalam satu pekan, Bali menjadi titik temu ratusan atlet senior dan muda dari berbagai negara. Sebanyak 238 atlet tampil di FIP Silver, sementara 276 atlet muda berkompetisi di FIP Promises.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan peluang Indonesia untuk berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan padel di kawasan Asia.
Bagi PBPI, FIP Silver & FIP Promises Bali bukanlah tujuan akhir. Kompetisi ini merupakan bagian dari perjalanan panjang untuk meningkatkan kualitas atlet, memperkuat pembinaan, memperluas pengalaman bertanding, serta meningkatkan standar kompetisi nasional.
Dengan semakin banyaknya turnamen internasional yang hadir di Indonesia, PBPI berharap kesempatan bagi atlet nasional untuk berkembang juga semakin terbuka.
Dari Bali, padel Indonesia menunjukkan bahwa perjalanan menuju panggung dunia telah dimulai. Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut agar pertumbuhan padel tidak hanya berlangsung cepat, tetapi juga berkelanjutan dan mampu melahirkan prestasi internasional.