Rekor! Harga Emas Capai Level Tertinggi 3 Bulan
khoirul muzaki August 25, 2026 09:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Senin (24/8/2026) waktu setempat atau Selasa (25/8/2026) pagi WIB.

Harga emas bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Penguatan tersebut didorong oleh pembelian secara teknikal, rencana pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), serta pelemahan dollar AS.

Investor juga masih menantikan rilis data inflasi AS dan Simposium Jackson Hole yang digelar pekan ini.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,8 persen menjadi 4.639,49 dollar AS per ons. Dalam perdagangan tersebut, harga emas spot sempat mencapai 4.680,70 dollar AS per ons.

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,4 persen menjadi 4.697,80 dollar AS per ons.

"Fundamental dan teknikal saat ini sama-sama mengarah positif untuk pasar emas di awal perdagangan pekan ini," kata analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff.

Menurut Wyckoff, imbal hasil obligasi "telah stabil, bahkan sedikit turun hari ini", sehingga turut menopang harga emas. Melihat tren penguatan yang berlanjut, ia memperkirakan harga emas dalam beberapa pekan mendatang kemungkinan "akan bergerak sideways hingga lebih tinggi", selama tidak terdapat sinyal pembalikan arah secara teknikal.

Harga emas juga telah menembus rata-rata pergerakan 200 hari pada pekan lalu. Kondisi tersebut semakin memperkuat momentum kenaikan harga logam mulia.

Selain itu, aliran dana ke produk investasi berbasis emas turut meningkat. Produk tersebut berupa gold backed exchange traded funds (ETF).

Gold backed ETF mencatat aliran dana masuk sebesar 46,7 metrik ton atau sekitar 6,4 miliar dollar AS pada pekan lalu. World Gold Council menyebut angka tersebut sebagai permintaan mingguan terbesar dalam 10 bulan terakhir.

 Dana investasi yang terdaftar di Amerika Utara dan Eropa menjadi kontributor utama terhadap aliran dana tersebut.

Penguatan harga emas juga terjadi setelah Departemen Keuangan AS merencanakan pembelian kembali obligasi yang turut mendorong dollar AS ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir.

Pelemahan dollar AS membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Kondisi itu kemudian meningkatkan permintaan terhadap logam mulia.

https://money.kompas.com/read/2026/08/25/100829426/harga-emas-tembus-level-tertinggi-3-bulan-investor-tunggu-jackson-hole?page=2

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.