Cristian Romero bersiap tinggalkan Spurs setelah Atletico Madrid capai kesepakatan £34,2 juta untuk kapten Tottenham
Agus Firmansyah August 25, 2026 10:06 PM

Tottenham Hotspur telah mencapai kesepakatan prinsip untuk menjual kapten klub Cristian Romero ke Atletico Madrid. Transfer ini menandai perubahan besar bagi klub London Utara tersebut saat mereka bersiap berpisah dengan salah satu sosok paling berpengaruh, namun juga kerap memecah opini, di lini pertahanan mereka.

Atletico Madrid akhirnya mendapatkan target jangka panjang di sektor belakang.

Diego Simeone pada akhirnya berhasil mendapatkan pemain yang diinginkannya setelah Atletico Madrid menyepakati kesepakatan prinsip dengan Tottenham untuk merekrut Romero, menurut Sky Sports. Nilai paket transfer bek tim nasional Argentina itu dipahami berada di kisaran £34,2 juta ditambah bonus tambahan yang terkait performa. Selain itu, Spurs juga melindungi kepentingan mereka di masa depan dengan memastikan adanya klausul penjualan kembali sebesar 15 persen dalam syarat akhir perjanjian transfer tersebut.

Raksasa Spanyol itu memang sudah lama mengagumi bek Argentina tersebut, dan sepanjang bursa transfer semakin terlihat jelas bahwa Spurs bersedia menjual kapten mereka apabila ada tawaran yang sesuai. Romero awalnya bergabung dengan klub London Utara itu dengan status pinjaman selama satu musim dari Atalanta pada musim panas 2021, sebelum Tottenham mempermanenkan kesepakatan tersebut pada tahun berikutnya.

Romero memilih Madrid dibanding rival-rival Liga Primer.

Bek tengah itu sejak awal lebih memprioritaskan kepindahan ke Atletico Madrid, meski ia juga menarik minat kuat dari sejumlah klub besar di seluruh Eropa. Inter Milan tertarik membawa kembali mantan bintang Atalanta itu ke Serie A, sementara rival sekota Tottenham di London Utara, Arsenal, juga sempat secara kredibel dikaitkan dengan langkah mengejutkan untuk merekrutnya.

Kepergian ini terjadi meskipun kontrak Romero di Spurs sejatinya masih berlaku hingga musim panas 2029, sekaligus mengakhiri periodenya di London Utara ketika sang bek membantu Tottenham meraih trofi dengan menjuarai Liga Europa 2024-25.

Sebuah warisan penuh bara ditinggalkan di London Utara.

Masa Romero di Liga Primer akan dikenang karena kualitas teknisnya yang elit sekaligus masalah disiplinnya. Meski menerima dua kartu merah musim lalu saat Spurs berjuang menghindari degradasi di Liga Primer, pemain berusia 28 tahun itu tetap memainkan peran penting dalam membantu klub lolos dari ancaman turun kasta, dengan mencatatkan 32 penampilan di semua kompetisi serta menyumbang enam gol dan empat assist dalam sebuah musim yang menguji keteguhan semua orang di klub.

Sepanjang lima musimnya di London Utara, Romero membuat 124 penampilan untuk Spurs dan mencetak 12 gol, sambil mengoleksi empat kartu merah di Liga Primer. Gaya bermainnya yang tanpa kompromi dan berintensitas tinggi membuatnya menjadi favorit banyak suporter, meski sesekali juga menjadi sumber frustrasi bagi sebagian lainnya.

Hubungan dengan para pendukung Spurs juga tidak sepenuhnya mulus.

Romero sempat menghadapi kecaman keras dari suporter setelah terlihat siap menghadiri final Apertura Divisi Primera Argentina klub masa kecilnya, Belgrano, melawan River Plate, alih-alih hadir dalam laga penutup musim Tottenham yang sangat krusial melawan Everton.

Namun, sang bek pada akhirnya tetap menghadiri pertandingan terakhir musim tersebut, ketika Spurs memastikan kelangsungan mereka di Liga Primer. Kini, dengan masa depannya yang akan berlanjut di Madrid, pemain Argentina itu meninggalkan warisan yang rumit di Stadion Tottenham Hotspur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.