Prabowo Tak Ajak Menhut Raja Juli Antoni Saat Rapat Karhutla, Mensesneg Ungkap Alasannya
M Zulkodri August 25, 2026 10:28 PM

 

BANGKAPOS.COM--Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni tidak terlihat dalam sejumlah rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Sumatra dan Kalimantan.

Padahal, Kementerian Kehutanan merupakan salah satu kementerian yang memiliki peran penting dalam penanganan karhutla.

Ketidakhadiran Raja Juli pun menimbulkan pertanyaan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kemudian menjelaskan alasan Raja Juli Antoni tidak ikut dalam rapat koordinasi tersebut.

Menurut Prasetyo, Raja Juli sebenarnya telah lebih dahulu aktif turun ke lapangan untuk menangani karhutla.

Karena itu, dalam rapat yang dipimpin Prabowo, Presiden lebih memusatkan perhatian pada koordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

“Jadi ini kebetulan saja. Hari ini Bapak Presiden fokus ke TNI dan Polri untuk mendengar kebutuhan di lapangan apa,” kata Prasetyo.

Prabowo Fokus Perkuat Dukungan TNI dan Polri

Prasetyo menjelaskan, rapat tersebut diarahkan untuk mengetahui kebutuhan aparat di lapangan dalam mempercepat pemadaman karhutla.

Beberapa kebutuhan yang muncul antara lain dukungan water bombing, motor trail, hingga operasi modifikasi cuaca.

Presiden kemudian meminta Panglima TNI dan Kapolri memastikan kebutuhan tersebut dapat segera dipenuhi untuk mendukung penanganan kebakaran.

Selain itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohamad Jumhur Hidayat juga disebut telah lebih dahulu berada di Sumatra Selatan untuk menangani persoalan karhutla sebelum Prabowo tiba di Riau pada Senin (24/8/2026).

Prasetyo menilai penanganan karhutla di sejumlah wilayah Sumatra mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Alhamdulillah kalau di Sumatra di 4 Provinsi sudah terkendali, sudah tidak ada titik api,” ujarnya.

Baca juga: Kompolnas Soroti Rekening Donasi Demo Pati Rp80 Juta: Polisi Diminta Hati-hati

Raja Juli: Komunikasi dengan Prabowo Tetap Baik

Raja Juli Antoni sendiri memastikan hubungannya dengan Presiden Prabowo tetap berjalan baik meski tidak terlihat dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Negara.

Ia mengatakan dirinya tetap berkomunikasi dengan Presiden terkait perkembangan penanganan karhutla.

“Saya kira Pak Mensesneg sudah menjelaskan bahwa Pak Presiden fokus untuk mempertebal dukungan dari TNI-Polri, dan saya berkomunikasi baik dengan Pak Presiden,” kata Raja Juli seusai memimpin rapat penanganan karhutla di Daops Manggala Agni Jambi, Selasa (25/8/2026).

Raja Juli juga menegaskan bahwa kunjungannya ke berbagai wilayah untuk menangani karhutla merupakan bagian dari perintah Presiden Prabowo.

Dengan demikian, ketidakhadirannya dalam rapat bersama Prabowo bukan berarti Kementerian Kehutanan tidak terlibat dalam penanganan karhutla.

Kemenhut Tangani 42 Perkara Pidana Karhutla

Di tengah penanganan kebakaran, Raja Juli mengungkapkan Kementerian Kehutanan telah menangani 42 perkara pidana terkait karhutla.

Sejumlah perkara tersebut melibatkan perusahaan. Khusus di Jambi, terdapat tiga perusahaan yang telah diproses secara pidana terkait kasus kebakaran hutan dan lahan.

Raja Juli menegaskan penindakan terhadap pelaku karhutla akan dilakukan tanpa membedakan status pelaku, baik perorangan maupun korporasi.

“Tidak akan tajam ke atas tumpul ke bawah, besar kecil kita tindak secara tegas supaya ada efek jera pada pelaku,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan pemadaman, tetapi juga memperkuat penegakan hukum untuk mencegah karhutla berulang.

Baca juga: 1.511 Hektare Hutan Terbakar, Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan di Kalimantan, Satu Izin Dibekukan

Karhutla Jambi Capai 916,26 Hektare

Sementara itu, kondisi karhutla di Jambi menjadi perhatian serius. Komandan Korem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin selaku Pelaksana Harian Dansatgas Penanganan Karhutla Provinsi Jambi melaporkan luas lahan yang terbakar telah mencapai 916,26 hektare.

Jumlah titik panas juga mengalami peningkatan signifikan. Sejak Juli 2026, jumlah titik panas tercatat meningkat dari 549 titik menjadi 1.627 titik.

Hingga Selasa (25/8/2026), masih terdapat dua lokasi yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan, yakni Pandan Sejahtera dan Lubuk Nagodong, Kabupaten Sarolangun.

“Sementara di Sungai Gelam sudah padam, kemudian muncul lagi asap,” kata Nyamin.

Menurutnya, koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai unsur terkait dalam menangani karhutla di Jambi sejauh ini berjalan dengan baik.

Luas Karhutla Jambi Terus Bertambah

Data menunjukkan kebakaran di Jambi mengalami peningkatan dalam waktu singkat.

Pada Senin (24/8/2026), luas lahan yang terbakar tercatat 658,29 hektare. Sehari kemudian, angka yang dilaporkan mencapai 916,26 hektare.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru.

Di tingkat nasional, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian langsung terhadap penanganan karhutla di Sumatra dan Kalimantan.

Dalam kunjungannya ke Pekanbaru, Riau, Prabowo meminta seluruh unsur terkait memastikan kebakaran dapat ditangani hingga tuntas.

Baca juga: Tragedi di Tengah Laga, Petir Sambar Pesepak Bola Aceh Timur, 1 Tewas dan 2 Kritis

Prabowo Janjikan Jabatan untuk Pangdam dan Kapolda Riau

Dalam rapat penanganan karhutla di Pekanbaru, Prabowo bahkan memberikan apresiasi khusus kepada Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.

Prabowo menanyakan masa jabatan kedua jenderal tersebut. Herry menyebut telah menjabat selama 17 bulan, sementara Agus telah bertugas sekitar satu tahun.

Presiden kemudian meminta Panglima TNI dan Kapolri mempertimbangkan jabatan strategis bagi keduanya apabila penanganan karhutla di Riau berhasil dituntaskan.

Namun, ada syarat yang diberikan Prabowo.

Kebakaran hutan dan lahan seluas 900 hektare di Riau harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik. Ya, selesai dulu. Ya kalau begitu 900 (hektare karhutla) selesai, Panglima TNI, Kapolri,” kata Prabowo.

Prabowo juga mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur lainnya dalam menangani karhutla di Riau.

“Saya benar-benar gembira melihat penanganan saudara-saudara. Saya kira ini sesuatu yang baik, mungkin kita catat untuk disampaikan ke daerah-daerah lain cara penanganan ini. Langkah-langkah kegiatan preventif kalian juga cukup bagus,” ujar Prabowo.

Pemerintah kini menghadapi dua pekerjaan besar dalam penanganan karhutla, yakni mempercepat pemadaman di wilayah yang masih terbakar sekaligus memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.(*)

(Wartakotalive.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.