Bertemu di Istiqlal, Staf Khusus Menag dan Eks PM Turkiye Bahas Beasiswa hingga Ruang Budaya
Acos Abdul Qodir August 25, 2026 11:37 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerja Sama Luar Negeri Gugun Gumilar bertemu mantan Perdana Menteri Turkiye, Binali Yildirim, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (25/8/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama Indonesia-Turkiye di bidang pendidikan, kebudayaan, keagamaan, serta hubungan antarmasyarakat.

Untuk pendidikan, pembahasan mencakup peluang mengirim lebih banyak pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Turkiye, penguatan program beasiswa, kerja sama antarperguruan tinggi, serta peningkatan kapasitas guru, santri, dan lembaga pendidikan pesantren.

Kementerian Agama menempatkan pendidikan keagamaan, pengembangan sumber daya manusia, serta dialog antarbudaya dan antaragama sebagai bagian dari kerja sama internasional yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan tersebut sejalan dengan upaya Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Recep Tayyip Erdoğan memperkuat hubungan Indonesia-Turkiye, termasuk di bidang pendidikan, kebudayaan, dan kerja sama antarlembaga.

Presiden Prabowo sebelumnya menyebut sekitar 5.000 pelajar Indonesia berada di Turkiye. Prabowo juga menyebut para pelajar tersebut sebagai bagian penting dari hubungan kedua negara dan duta budaya Indonesia.

Gugun mengatakan pembahasan tersebut juga diarahkan untuk memperluas kerja sama melalui pendidikan dan pengembangan generasi muda.

“Memperluas kerja sama, khususnya melalui pendidikan dan pengembangan generasi muda,” ujar Gugun.

Baca juga: Prabowo Dorong Pendidikan Indonesia Go International, Kemenag Jajaki Kerja Sama dengan Kampus AS

Selain pendidikan formal, Gugun dan Binali membahas pertukaran budaya dan pengetahuan serta hubungan antarmasyarakat. Salah satu gagasan yang dibahas ialah menghadirkan Turkish Corner di Masjid Istiqlal.

Turkish Corner disebut sebagai ruang edukasi dan diplomasi budaya untuk memperkenalkan sejarah, bahasa, dan kebudayaan Turkiye kepada masyarakat Indonesia.

Gagasan tersebut sebelumnya juga pernah muncul dalam pembahasan antara Kementerian Agama dan pihak Turkiye.

Gugun mengatakan hubungan Indonesia dan Turkiye tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga melalui hubungan antarmasyarakat, pendidikan, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Pelajar, guru, santri, dan komunitas keagamaan memiliki peran penting sebagai jembatan persahabatan kedua bangsa,” kata Gugun.

Ia menambahkan, Kemenag berharap pembahasan tersebut turut memperkuat hubungan Indonesia-Turkiye melalui kerja sama pendidikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.