BPSDM Aceh dan UIN Ar-Raniry Susun Modul Syariat Islam dan Kekhususan Aceh untuk ASN
Eddy Fitriadi August 26, 2026 01:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh bersama UIN Ar-Raniry menyusun modul pembelajaran tentang Syariat Islam, keistimewaan, dan kekhususan Aceh bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Modul tersebut disusun untuk memperkuat pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Syariat Islam, keistimewaan, dan kekhususan Aceh agar dapat diterapkan dalam pelaksanaan pemerintahan, pelayanan publik, serta kebijakan pembangunan.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat BPSDM Aceh, Senin (24/8/2026) itu dihadiri Kepala BPSDM Aceh Marthunis, ST, DEA yang juga Ketua Tim Pengarah, Sekretaris BPSDM Aceh Faisal Reza, S.Sos, MPA, Koordinator Widyaiswara Kamaruddin Andalah, S.Sos, M.Si, para kepala bidang dan Widyaiswara.

Marthunis, mengatakan modul tersebut tidak hanya menjadi bahan pembelajaran, tetapi juga instrumen untuk menginternalisasikan nilai-nilai Syariat Islam, keistimewaan, dan kekhususan Aceh dalam pelaksanaan tugas ASN. 

“Modul ini akan digunakan untuk memberikan pemahaman sekaligus internalisasi nilai-nilai Syariat Islam dan kekhususan Aceh sebagai daya saing Aceh dalam pembangunan. Selama ini pengetahuan dan pemahaman ASN, terutama CPNS, terhadap keistimewaan dan kekhususan Aceh masih sangat terbatas,” ujar Marthunis.

Menurutnya, pemahaman terhadap kekhususan Aceh tidak boleh berhenti pada aspek normatif. 
ASN harus mampu menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembangunan.

Baca juga: BPSDM Aceh Canangkan Pembangunan Zona Integritas, Perkuat Komitmen Reformasi Birokrasi

Ketua Tim Penulis Modul yang juga Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syahrizal Abbas, MA, menjelaskan modul dirancang secara berjenjang sesuai tingkat jabatan dan kebutuhan kompetensi ASN. 

Materinya dibagi dalam tiga level, yakni pemula, menengah, dan lanjut.

Level pemula diperuntukkan bagi CPNS, staf, serta pejabat fungsional ahli pertama dan ahli muda. Materinya diarahkan untuk membangun pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai Syariat Islam, keistimewaan, dan kekhususan Aceh.

Level menengah ditujukan bagi pejabat pengawas, administrator, serta pejabat fungsional ahli madya. Pembelajaran diarahkan pada penerapan nilai-nilai Syariat Islam, keistimewaan, dan kekhususan Aceh dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan. 

Sementara level lanjut diperuntukkan bagi pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat pimpinan tinggi madya, serta pejabat fungsional ahli utama. Materinya diarahkan pada kemampuan mengambil kebijakan berbasis Syariat Islam, keistimewaan, dan kekhususan Aceh.

Ia menambahkan, modul tersebut memiliki landasan hukum, terutama Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Koordinator Widyaiswara Aceh, Kamaruddin Andalah, mengatakan penyusunan modul tersebut sudah semestinya dilakukan sejak diterbitkannya regulasi yang mengatur keistimewaan dan kekhususan Aceh. 
“Seharusnya modul seperti ini sudah dibuat ketika undang-undang tentang kekhususan dan keistimewaan Aceh diterbitkan. Namun, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” ujarnya.

Marthunis mengatakan, setelah penyusunan modul selesai, BPSDM Aceh akan melaksanakan Training of Trainers (ToT) bagi para Widyaiswara agar modul dapat segera digunakan dalam program pengembangan kompetensi ASN.

Tim penyusun modul terdiri atas Prof Dr Syahrizal Abbas, MA sebagai ketua tim, Dr Syarifah Rahmatillah, MH sebagai sekretaris, serta Prof Dr Ali Abubakar, MA, Prof Dr Analiansyah, MA, dan Dr Zulfatmi, MA sebagai anggota.

Penyusunan modul ini diharapkan memperkuat kapasitas ASN Aceh agar tidak hanya profesional dan kompeten, tetapi juga memahami serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Syariat Islam, keistimewaan, dan kekhususan Aceh dalam pemerintahan dan pembangunan.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.