Laporan Wartawan Tribunjatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Tumpukan sepah tebu di pabrik gula merah milik Heru Sugiarto di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru terbakar, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 14.16 WIB.
Sepah tebu ini adalah limbah bekas perasan tebu yang dijadikan bahan bakar untuk memasak gula merah.
Petugas pemadam kebakaran butuh waktu lebih dari 4 jam untuk menguasai api, dan memastikan tidak ada bara sekecilpun yang tersisa.
“Kami mengerahkan 3 mobil pemadam kebakaran dan 2 mobil penyuplai air,” ujar Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Galih Nusantoro, Selasa malam.
Sumber api yang membakar gunungan sepah tebu kering ini belum diketahui.
Baca juga: Dam Pacar Ambrol, Irigasi 900 Hektar Sawah di Boyolangu dan Campurdarat Tulungagung Terancam
Saksi mata pertama kali melihat api sudah kondisi besar di sebelah timur lokasi pabrik.
Api sudah dipadamkan, sebab sepah tebu kering merupakan bahan yang sangat mudah terbakar sehingga api juga merembet dengan cepat.
“Proses pemadaman tumpukan sepah tebu memang sangat sulit. Tumpukannya harus diurai dulu, baru kemudian disemprot,” jelas Galih.
Proses pemadaman hingga pembasahan selesai pukul 19.15 WIB, atau lebih dari empat jam setelah petugas Damkar tiba.
Lamanya proses pemadaman karena tumpukan sepah tebu kering ini cukup tinggi, sekitar 4 meter.
Api yang menyala disemprot lebih dulu, kemudian tumpukan sepah tebu diurai seluruhnya untuk memadamkan bara api di bagian dalam tumpukan.
“Sedikit saja ada bara yang tersisa, maka api akan berkobar kembali. Makanya prosesnya cukup lama,” tegas Galih.
Petugas Damkar berhasil menyekat api sehingga tidak merembet ke bagian penggilingan dan pemasakan gula merah.
Api menghanguskan bangunan yang memayungi sepah tebu, serta sepah tebu di dalamnya yang dipakai bahan bakar memasak gula.
Menurut pemilik pabrik gula merah ini, kerugian material sekitar Rp 10 juta.
Banyak pabrik gula merah tradisional beroperasi di Kabupaten Tulungagung, yang dijalankan perorangan.
Dinas Damkarmat Tulungagung banyak menangani kebakaran pabrik gula merah ini setiap musim kemarau.
Penyebabnya selalu tumpukan sepah tebu kering, bahan bakar tungku pemasakan yang tersulut.
“Memang disarankan penyimpanan sepah tebu ini dipisahkan dari bangunan sekitarnya, supaya tidak merembet jika terbakar. Sebab risiko kebakarannya tinggi,” pungkas Galih.