TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabar duka tengah menyelimuti keluarga Lady Nayoan setelah sang ibunda meninggal dunia pada usia 54 tahun 11 bulan.
Di balik kepergian tersebut, tersimpan cerita panjang mengenai perjuangan sang ibu melawan penyakit kanker yang telah dideritanya sejak 2023.
Lady Nayoan mengungkapkan, penyakit yang dialami ibunya bermula ketika ditemukan batu ginjal berukuran cukup besar.
Saat itu, keluarganya belum mengetahui bahwa kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan penyakit serius.
" Sebenarnya emang dari 2023 mama emang sakit, tapi puji Tuhan bisa bertahan sampai sekarang 2026," ujar Lady Nayoan dikutip dari YouTube Intens, Selasa (25/08/2026).
Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan patologi, dokter menemukan adanya jaringan kanker.
Penyakit tersebut diketahui merupakan adenokarsinoma.
Kondisi itu kemudian membuat sang ibu harus menjalani operasi pengangkatan ginjal kanan pada 2023.
Sejak saat itu, perjuangan panjang untuk mempertahankan kondisi kesehatan sang ibu pun dimulai.
Lady mengatakan, ibunya menjalani berbagai rangkaian pengobatan untuk melawan penyakit tersebut.
Tak tanggung-tanggung, sang ibu harus menjalani kemoterapi sebanyak 14 kali serta 33 kali radiasi.
Bagi Lady, perjuangan sang ibu selama menjalani pengobatan merupakan sesuatu yang luar biasa.
Ia bahkan menggambarkan ibunya sebagai sosok yang memiliki semangat hidup sangat tinggi meski tengah menghadapi penyakit berat.
" Mamaku tuh mukjizat ya, rambutnya hanya rontok tapi enggak botak, dan benar-benar semangat hidupnya tinggi banget. Kayak orang enggak sakit," kata Lady.
Kondisi tersebut membuat Lady dan keluarga terus berusaha memberikan dukungan selama sang ibu menjalani pengobatan.
Meski harus melewati kemoterapi dan radiasi dalam jumlah yang tidak sedikit, sang ibu tetap menunjukkan keteguhan hati.
Perjuangan itu berlangsung selama bertahun-tahun hingga akhirnya kondisi kesehatannya mulai mengalami penurunan.
Dalam satu bulan terakhir sebelum meninggal dunia, kondisi ibu Lady disebut menurun secara drastis.
Keluarga pun berusaha mendampingi sang ibu di masa-masa terakhir kehidupannya.
Di tengah kondisi tersebut, Lady masih mengingat pesan terakhir yang disampaikan ibunya.
Pesan tersebut berkaitan dengan adik Lady yang masih kecil, Jeriko.
Sang ibu menitipkan Jeriko kepada Lady karena selama ini anak tersebut menjadi sosok yang paling sering bersamanya.
"Mama titip adikku yang kecil, Jeriko, karena dia yang selalu sama mama," ungkap Lady.
Pesan tersebut menjadi salah satu hal yang paling membekas bagi Lady setelah kepergian ibunya.
Bukan hanya Lady, sang suami, Rendy Kjaernett, juga memiliki kenangan mendalam dengan ibu mertuanya.
Rendy menggambarkan ibu Lady sebagai sosok yang tidak banyak memperlihatkan kesedihan ketika keluarga sedang menghadapi persoalan.
Menurut Rendy, sang mertua justru kerap berusaha menghibur orang-orang di sekitarnya.
"Mama tuh bukan orang yang selalu nunjukin kalaupun kita lagi ada masalah... dia malah lebih banyak menghibur kita," ujar Rendy.
Bagi Rendy, kehadiran ibu Lady juga membuat suasana keluarga terasa lebih hangat.
Ia mengenang sang mertua sebagai sosok yang mampu membuat rumah menjadi tempat yang nyaman bagi keluarga.
Kenangan tersebut menjadi semakin berarti karena Rendy mengetahui secara langsung bagaimana perjuangan ibu Lady selama menghadapi penyakitnya.
Di masa-masa terakhir, sang mertua juga beberapa kali meminta Rendy untuk mendoakannya.
Hal tersebut tidak terlepas dari peran Rendy yang kini menjalani pelayanan sebagai hamba Tuhan.
"Doain mama dong, biar mama enggak sakit, biar mama sembuh," kata Rendy mengenang permintaan ibu mertuanya.
Permintaan tersebut menjadi salah satu kenangan emosional yang terus diingat Rendy.
Ia menyaksikan bagaimana sang ibu Lady tetap memiliki harapan untuk sembuh meski telah menjalani perjalanan pengobatan yang panjang.
Sementara itu, Lady harus menerima kenyataan bahwa perjuangan panjang sang ibu akhirnya berakhir.
Ibunda Lady Nayoan meninggal dunia pada tanggal 24 malam.
Kepergiannya terjadi setelah kurang lebih tiga tahun berjuang menghadapi penyakit kanker.
Lady menyebut sang ibu meninggal dunia dalam usia 54 tahun 11 bulan.
Setelah meninggal dunia, jenazah sang ibu kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di kawasan Tambun.
Prosesi pemakaman dilakukan pada Kamis.
Bagi keluarga, kepergian tersebut tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam.
Terlebih, selama bertahun-tahun sang ibu bukan hanya menjadi sosok yang harus menjalani pengobatan, tetapi juga tetap berusaha menjadi tempat berkumpul dan bersandar bagi keluarga.
Lady pun harus menghadapi kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Namun, di balik kesedihan tersebut, ia juga membawa kenangan tentang perjuangan sang ibu.
Sejak diagnosis awal pada 2023, operasi pengangkatan ginjal, hingga menjalani 14 kali kemoterapi dan 33 kali radiasi, sang ibu menunjukkan semangat hidup yang kuat.
Perjalanan tersebut menjadi bukti betapa panjang perjuangan yang telah dilewati keluarga Lady.
Kini, pesan terakhir sang ibu mengenai Jeriko juga menjadi amanah bagi Lady dan keluarga.
Sementara bagi Rendy, sosok sang mertua akan dikenang sebagai perempuan yang tetap berusaha menguatkan orang lain meski dirinya sendiri tengah menghadapi penyakit berat.
Kepergian tersebut sekaligus menutup perjalanan panjang perjuangan sang ibu melawan kanker.
Namun, bagi Lady Nayoan dan keluarga, kenangan tentang sosok ibu yang kuat, penuh perhatian, dan selalu berusaha menghibur orang lain akan tetap menjadi bagian yang tidak mudah dilupakan.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)