Ginjal merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh. Selain menyaring darah, ginjal juga membantu membuang cairan dan mengeluarkan limbah dari tubuh.
Demi ginjal lebih sehat, kenali beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal. Apa saja ya?
1. Tidak Mengosongkan Kandung Kemih
Kandung kemih mencapai kapasitas maksimalnya selama tidur sehingga memicu keinginan untuk buang air kecil ketika bangun. Menunda buang air kecil dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan ginjal.
Kebiasaan menahan urine dalam waktu lama dapat menyebabkan otot kandung kemih melemah, meningkatkan risiko infeksi, serta berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan ginjal. Jika dilakukan terus-menerus, ginjal juga dapat mengalami tekanan yang lebih besar ketika urine akhirnya dikeluarkan.
"Jangan pernah menahan buang air kecil terlalu lama di pagi hari, dan jangan lakukan hal tersebut sepanjang hari," kata ahli urologi di India Dr Venkatsubramaniam, dikutip dari Times of India, Selasa (25/8/2026).
2. Tidak Minum Air Putih
Tubuh dan ginjal mengalami dehidrasi ringan karena tidak mendapatkan asupan cairan sepanjang malam. Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk menjalankan fungsi membuang limbah. Jika tidak minum air pada pagi hari, fungsi tersebut dapat menjadi kurang optimal.
"Awali hari dengan setidaknya segelas air putih daripada memilih kopi atau teh," ujar Dr Venkatsubramaniam.
Ia juga menekankan bahwa menjaga tubuh tetap terhidrasi pada pagi hari dapat membantu memulai metabolisme, mendukung pencernaan, dan menjaga energi sepanjang hari. Minum air setelah bangun tidur juga dapat membantu menjaga kejernihan pikiran, mengurangi rasa lelah, serta membantu proses pembuangan zat sisa dari tubuh.
3. Minum Obat Pereda Nyeri saat Perut Kosong
Ibuprofen dan aspirin kerap digunakan untuk mengatasi sakit kepala atau nyeri tubuh pada pagi hari.
Penggunaan obat Antiinflamasi Non Steroid (AINS) atau Non Steroid Anti Inflamatory Drugs (NSAID) untuk meredakan nyeri dapat mengurangi aliran darah menuju ginjal. Jika digunakan berulang kali, kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan ginjal.
"Obat pereda nyeri dapat membahayakan ginjal jika tidak digunakan secara bijak, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong," katanya menambahkan mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa makanan juga dapat memberikan tekanan tambahan pada ginjal karena tubuh tidak mendapatkan perlindungan dari makanan terhadap zat tersebut.
4. Melewatkan Sarapan Sehat
Orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan atau memiliki aktivitas padat terkadang memilih untuk melewatkan sarapan.
Tidak makan dalam waktu lama dapat menyebabkan kadar gula darah tidak seimbang dan meningkatkan produksi asam dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat menambah beban kerja ginjal karena ginjal harus membantu menjaga keseimbangan kimiawi sekaligus membuang zat sisa dari tubuh.
"Dengan melewatkan sarapan, seseorang cenderung mengonsumsi camilan tinggi garam yang memiliki kandungan natrium sangat tinggi," ungkap Dr Venkatsubramaniam.
Sarapan seimbang memberikan nutrisi penting yang membantu menjaga energi sekaligus mendukung proses metabolisme yang berhubungan dengan kesehatan ginjal.





