Daftar 14 Kabupaten di Jawa Tengah Masuk Status Awas Kekeringan
khoirul muzaki August 26, 2026 08:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan bakal melakukan modifikasi cuaca dalam menghadapi musim kemarau panjang.

Langkah ini diambil selepas peringatan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah yang menetapkan 14 daerah masuk status Awas kekeringan periode 21-31 Agustus 2026.

“Kami akan coba memodifikasi awan dengan harapan ini bisa mengurangi kekeringan panjang di tahun ini,” kata Taj Yasin dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).

Dalam peringatannya, BMKG menetapkan 14 daerah masuk status Awas kekeringan meliputi Demak, Kudus, Grobogan, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Sragen. Berikutnya , Karanganyar, Purworejo, Klaten, Magelang, Cilacap, dan Wonogiri. 

Yasin menilai, peringatan kekeringan tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki pengelolaan air dalam jangka panjang. Langkah itu di antaranya dengan memastikan pembangunan tetap menyediakan ruang bagi air untuk meresap ke dalam tanah.

Ia menyoroti pembangunan permukiman maupun kawasan perdesaan yang terlalu banyak menggunakan beton sehingga mengurangi area resapan.

“Ini peringatan buat kita bahwa ke depan kita harus membenahi infrastruktur tanah kita. Pori-porinya harus diperhatikan,” ujarnya.

Distribusikan Air Bersih


Sementara untuk menghadapi dampak kekeringan yang sudah terjadi, Pemprov Jateng melalui BPBD menyiagakan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.

Taj Yasin mengatakan koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, terutama untuk memastikan ketersediaan air yang layak dikonsumsi bagi warga di wilayah terdampak.

“Kami sudah menyiapkan distribusi air bersih lewat BPBD, terutama air yang siap untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Ancaman kekeringan juga menjadi perhatian di sektor pertanian. Sejumlah wilayah berpotensi mengalami gangguan tanam maupun panen akibat terbatasnya ketersediaan air.

Untuk mengantisipasi kerugian petani, Pemprov Jateng menyiapkan perlindungan melalui Dinas Pertanian bersama BUMD. Petani yang mengalami gagal tanam maupun gagal panen akan mendapatkan jaminan melalui skema asuransi.

Yasin menyatakan, antisipasi gagal tanam panen tersebut diantisipasi melalui Dinas Pertanian dengan BUMD.

"Kami juga memberikan jaminan untuk kawan-kawan atau petani yang gagal panen. Ada asuransi yang kita jaminkan di BUMD kita,” imbuhnya.

Merujuk data BPBD Jateng per 25 Agustus 2026, kekeringan di Jateng telah terjadi di 30 kabupaten/kota, 218 kecamatan, dan 553 desa.
Jumlah warga terdampak 817.061 orang. Total air bersih yang sudah terdistribusikan ke warga sebanyak 26,2 juta liter. Wilayah paling banyak mendistribusikan air meliputi Pemalang sebanyak 5 juta liter, Klaten 3,2 juta, Banjarnegara 2,2 juta, Banyumas 2,1, dan Blora 1,8 juta. (Iwn)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.