TRIBUNWOW.COM - Sinyal Persija Jakarta calon juara Liga 1 musim depan dikirim dari Thailand, pengamat ikut beri analisanya, Jakmania cek.
Dilansir TribunWow.com, Persija Jakarta belum lama ini telah menyelesaikan dua laga uji coba internasional.
Uji coba internasional Persija Jakarta dilakukan saat mereka lakukan training camp (TC) ke Thailand.
Uji coba pertama saat Persija Jakarta bertemu Police Tero FC di Alpine Football Camp Training, Bangkok, Thailand, Rabu (19/8/2026).
Dalam laga itu, Persija Jakarta berhasil menang atas Police Tero FC dengan skor 2-1.
Baca juga: Persija Jakarta, Bali United & PSS Sleman Kena Tikung Persib Bandung: 2 jadi Paling yang Menyakitkan
Dua gol Persija Jakarta dicatatkan oleh wonderkid andalan mereka, Rayhan Hannan.
Pada laga kedua, Persija Jakarta kembali kantongi kemenangan saat bentrok dengan klub Thailand lainnya, Chiangrai United di Alpine Training Football Camp, Bangkok, Thailand, pada Sabtu (22/8/2026).
Di mana, dalam laga itu, dua pemain Persija Jakarta, Arlyansyah Abdulmanan dan Rizky Ridho sukses mencatatkan namanya di papan skor.
Dua kemenangan yang didapatkan Persija Jakarta dalam laga uji coba jadi sinyal anak asuh Shin Tae-yong sudah siap untuk melakoni laga di Super League 2026/2027.
Bahkan tak menutup kemungkinan, kombinasi skuad muda dan pemain asing berpengalaman Persija Jakarta bakal jadi senjata Persija Jakarta untuk bisa angkatr trofi Liga 1.
Selain itu, pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Desky juga beri analisanya mengenai modal Persija Jakarta untuk berbicara banyak dan jadi penantang kuat juara Liga 1 musim 2026/2027.
Dalam analisanya, Tommy Desky menyoroti 5 perkembangan Persija Jakarta di bawah asuhan Shin Tae-yong.
Namun ada juga catatan yang diberikan oleh pengamat kondang tersebut dalam beberapa aspek.
Hal itu diulas oleh Tommy Desky pada kanal Youtube nya pada Minggu (23/8/2026).
Baca juga: 6 Sosok Nama Kondang yang Berhasil Di-Extend Dewa United, Persija Jakarta Harus Puas Gigit Jari
Berikut ini poin ulasannya:
Fisik sebagai Pondasi Utama
Manfaat Uji Coba Internasional
Menghadapi klub dari Liga Thailand (seperti Polistero FC dan Ciangrai United) memberikan pengalaman berharga karena ekosistem sepak bola Thailand yang lebih kompetitif.
Hal ini memaksa pemain untuk melakukan improvisasi di lapangan saat menghadapi tekanan tinggi, sehingga permainan tidak kaku atau hanya terpaku pada instruksi pelatih.
Fleksibilitas Sistem dan Taktik
Terkait formasi (tiga bek vs empat bek), Tommy menyoroti bahwa Shin Tae-yong cenderung menyesuaikan sistem berdasarkan kebutuhan fisik dan duel udara.
Kehadiran banyak bek asing membuat variasi sistem menjadi krusial agar efektivitas pemain tetap terjaga.
Dinamisme Permainan (Witan Sulaeman)
Shin Tae-yong diharapkan tidak hanya mengandalkan Witan Sulaeman sebagai satu-satunya pusat kreativitas.
Tommy menekankan pentingnya kehadiran Plan C atau Plan D agar tim tidak mudah dibaca lawan, serta memanfaatkan bola mati sebagai alternatif serangan.
Output yang Diharapkan
Tommy menyoroti bahwa pemusatan latihan ini bukan sekadar hasil menang-kalah, melainkan seberapa atraktif dan stabilnya output permainan Persija sebelum kompetisi resmi dimulai.
(TribunWow.com/Adi Manggala S)