Van Gastel Soroti Daya Saing Internal PSIM Yogyakarta Usai Uji Coba Kontra Garudayaksa FC
Hari Susmayanti August 26, 2026 10:04 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta masih memiliki pekerjaan rumah yang mesti dibenahi sebelum mengarungi Super League 2026/2027. 

Usai menjalani sesi latihan bersama juara Championship musim lalu Garudayaksa FC di YIS, Sleman, Selasa (25/8/2026), pelatih Jean-Paul van Gastel justru menyoroti persaingan internal di dalam skuadnya.

Laga yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut digelar dalam format 90 menit, dengan dua babak masing-masing 45 menit. 

Bagi Van Gastel, pertandingan pramusim bukan sekadar mengejar hasil, melainkan menjadi kesempatan bagi pemain untuk meningkatkan kondisi fisik sekaligus menjalankan skema permainan yang telah disiapkan.

“Pada dasarnya, setiap laga persahabatan bertujuan agar para pemain dapat tampil selama 90 menit, mengasah stamina fisik, dan mencoba menerapkan skema permainan yang kami inginkan,” katanya.

Van Gastel menegaskan, tidak ada perubahan berarti dalam strategi yang diterapkan PSIM pada laga tersebut.

Menurutnya, tim tetap berpegang pada pola permainan yang sudah dicoba dalam sejumlah pertandingan sebelumnya.

“Tidak ada, strateginya tetap sama. Strateginya sama saja. Hanya saja, seperti yang sudah saya sampaikan, tujuan laga persahabatan selalu serupa,” ungkapnya.

Baca juga: Naik Desil Tiba-Tiba, 8 KK Ngentakrejo Kulon Progo Kehilangan Hak Bansos

Namun, ada hal lain yang lebih menyita perhatian pelatih asal Breda, Belanda, tersebut.

Van Gastel mengingatkan bahwa waktu persiapan menuju kompetisi semakin sempit dan dirinya harus segera menentukan komposisi tim utama.

“Namun, hal yang paling penting bagi saya, dan menurut saya beberapa pemain mulai melupakannya, adalah saya harus memilih tim utama,” ujarnya.

Menurut Van Gastel, persaingan untuk mendapatkan tempat di tim utama justru mulai menurun.

Situasi tersebut membuatnya khawatir karena setiap pemain seharusnya terus menunjukkan kemampuan terbaiknya selama masa persiapan.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu bahkan merasa sejumlah pemain justru membuat proses pemilihan skuad menjadi lebih mudah.

Bagi Van Gastel, kondisi tersebut menunjukkan masih kurangnya daya saing di antara pemain.

“Secara keseluruhan, saya merasa beberapa pemain justru memudahkan saya dalam menentukan pilihan tersebut, dan hal itulah yang sedikit mengkhawatirkan saya,” akunya.

Ia kembali menegaskan bahwa membangun skuad untuk kompetisi resmi bukan perkara sederhana. 

Karena itu, setiap pemain dituntut menunjukkan mentalitas dan keinginan bersaing sejak sesi latihan maupun pertandingan uji coba.

“Namun, ada satu hal yang belum saya sebutkan dan tampaknya belum disadari oleh beberapa pemain, saya harus menyusun skuad. Akan tetapi, terkadang saya merasa mereka membuat keputusan saya menjadi sangat mudah. Jadi, ada kekurangan, yaitu kurangnya daya saing di antara sesama pemain,” ulasnya.

Dengan kompetisi resmi yang semakin dekat, Van Gastel berharap para pemain segera merespons evaluasi tersebut. 

Mentalitas, kedisiplinan, dan persaingan internal menjadi aspek yang harus diperbaiki PSIM agar lebih siap menghadapi musim baru.

“Banyak sekali yang perlu diperbaiki,” pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.