Dishut Ungkap Asal Asap yang Masuk Sumbar, Ternyata dari 3 Provinsi di Sumatera
Rahmadi August 26, 2026 10:27 AM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG — Kabut asap masih terpantau di sejumlah wilayah Sumatera Barat diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga. 

Arah angin dari selatan disebut membawa asap dari wilayah Sumatera Selatan, Lampung dan Jambi menuju Sumbar.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Ferdinal Asmin mengatakan dugaan tersebut berdasarkan kajian laporan BMKG dan pemantauan sistem Sipongi.

"Kalau kita mengkaji laporan dari BMKG dan lihat dari Sipongi ini, arah angin memang arah ke kita Sumbar dari wilayah selatan itu, dari Provinsi Sumatera Selatan, dari Lampung, Jambi," kata Ferdinal saat ditemui TribunPadang.com di Kantor Dinas Kehutanan Sumbar, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, saat ini sejumlah provinsi tetangga Sumbar memang sedang menghadapi kejadian kebakaran. 

Kondisi tersebut diperparah arah angin yang bergerak menuju Sumbar sehingga asap berpotensi terus terbawa masuk. 

Baca juga: 2,2 Ton Rendang dari Sumbar Dikirim untuk Warga Terdampak Gempa NTT

"Kejadian kebakaran dari provinsi tetangga yang banyak sekarang itu. Arah angin memang mengarah ke kita. Sehingga memang dimungkinkan sekali asap itu memang berasal dari sana," ujarnya.

Ferdinal menyebut kebakaran yang terjadi di Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung dapat memberikan dampak terhadap kualitas udara dan kondisi atmosfer di Sumbar.

"Jadi kejadian kebakaran di Jambi, di Sumatera Selatan, di Lampung, ini berefek ke kita Sumbar dan berdampak," jelasnya.

Meski asap mulai terpantau, Ferdinal belum menyebut kondisi tersebut sudah berada pada tingkat parah. Menurutnya, penilaian mengenai kualitas udara menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar.

"Nah, apakah tingkat asap ini sudah parah? Tentu DLH Sumbar yang paham," katanya.

Sumbar Masih Diguyur Hujan

Di tengah sebaran asap, Ferdinal menyebut kondisi Sumbar masih terbantu oleh hujan yang turun di sejumlah wilayah.

Ia mengatakan berdasarkan laporan BMKG, periode tanpa hujan di Sumbar sejauh ini belum berlangsung panjang. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu mencegah meluasnya karhutla di Sumbar.

Baca juga: Cuaca 7 Kota Sumbar Rabu 26 Agustus 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan

"Alhamdulillah beberapa tempat masih ada dengan curah hujan dan berdasarkan laporan dari BMKG, hari tanpa hujan di kita masih belum panjang," ujarnya.

Meski demikian, Dinas Kehutanan Sumbar tetap meningkatkan kewaspadaan. Sebab, BMKG memprediksi hari tanpa hujan akan semakin panjang pada Agustus hingga September.

"Ya, mudah-mudahan ini bisa bertahan, tapi kita tetap siap-siaga. Tetap siap-siaga, karena di Agustus sampai September dilaporkan oleh kawan-kawan BMKG, hari tanpa hujannya akan makin panjang, makin banyak, sehingga kita tetap waspada, siap-siaga," tegas Ferdinal.

Sebelumnya, BMKG Minangkabau juga mendeteksi kabut asap masih terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar). 

Namun, BMKG memastikan hingga Selasa (25/8/2026) tidak ditemukan titik panas atau hotspot di wilayah Sumbar.

Forecaster BMKG Minangkabau, Edolatama Febrinal, mengatakan keberadaan asap tersebut terpantau melalui citra satelit. Asap terutama terlihat di wilayah timur Sumbar.

"Dari pantauan citra satelit kami, ini untuk data terupdate tanggal 25 Agustus 2026 hingga sore hari. Untuk wilayah Sumatera Barat memang terdeteksi adanya asap di Sumatera Barat," kata Edolatama saat diwawancarai TribunPadang.com, Selasa (25/8/2026).

Wilayah yang terpantau terdampak sebaran asap meliputi Dharmasraya, Solok Selatan, Sijunjung, Limapuluh Kota hingga Pasaman.

Meski asap terdeteksi, Edolatama mengatakan tidak ada hotspot yang terpantau di Sumbar pada hari ini. 

Kondisi tersebut mengindikasikan asap yang berada di sejumlah wilayah Sumbar kemungkinan berasal dari daerah lain di Pulau Sumatera.

"Untuk hotspot sendiri di wilayah Sumatera Barat ini tidak terpantau hari. Jadi mungkin ini lebih ke asap yang berasal dari provinsi-provinsi lain yang ada di Pulau Sumatera," ujarnya.

Menurutnya, sejumlah provinsi lain masih memiliki titik panas, terutama Sumatera Selatan dan Jambi. Asap dari wilayah tersebut berpotensi terbawa angin hingga ke Sumbar.

Baca juga: Rental Sepeda Three Boys13 di Taplau Padang Viral, Warga Rela Antre

Kualitas Udara Sumbar Masih Bagus

Meski asap terdeteksi, BMKG menyebut kualitas udara Sumbar hingga saat ini masih dalam kondisi baik.

Edolatama mengatakan hasil pengamatan di Stasiun Pengamatan Atmosfer Global (GAW) Koto Tabang menunjukkan kualitas udara Sumbar masih terpantau bagus.

"Kalau untuk kualitas udara sendiri untuk hari ini masih terpantau bagus untuk wilayah Sumatera Barat, terutama hasil pengamatan di Stasiun Pengamatan Atmosfer Global di Koto Tabang," jelasnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik menyikapi adanya sebaran asap di sejumlah wilayah.

Edolatama mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama karena kondisi sebaran asap dan titik panas dapat berubah sewaktu-waktu.

"Masyarakat kami mengimbau agar tidak panik dengan kondisi yang terjadi saat ini, terutama di beberapa provinsi tetangga dan penurunan jarak pandang beberapa waktu yang lalu," katanya.

Masyarakat juga diminta mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan instansi terkait mengenai perkembangan sebaran asap maupun munculnya titik panas baru.

"Saat ini masih terpantau titik-titik api ataupun titik panas di beberapa wilayah di Pulau Sumatera," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.