PAN Soroti Wacana Percepatan Pemilu Budi Arie, Ingatkan Politik Harus Berpijak pada Konstitusi
Tribun-video August 26, 2026 11:14 AM

- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, mengingatkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, soal tata kelola negara.

Viva menegaskan negara harus dikelola berdasarkan konstitusi, hukum, dan mandat rakyat.

Menurutnya, pengelolaan negara tidak bisa hanya mengandalkan insting politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Viva setelah potongan video Budi Arie viral.

Dalam video itu, Budi Arie berbicara di hadapan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Budi Arie menyinggung kemungkinan dinamika politik yang terjadi lebih cepat dari Pemilu 2029.

Viva menilai setiap warga negara berhak berbicara, membuat asumsi, dan menggunakan insting politik.

Namun, menurutnya (25/8/2026), hal tersebut tidak bisa menjadi dasar dalam mengelola negara.

"Memprediksi kondisi berdasarkan insting politik tidaklah dilarang. Pak Budi Arie berusaha membangun opini publik juga boleh saja. Tetapi negara tidak dikelola berdasarkan insting," kata Viva kepada Tribunnews.com, Selasa (25/8/2026).

Viva menegaskan negara harus berjalan berdasarkan aturan yang jelas.

"Negara dikelola berdasarkan konstitusi, hukum, mandat rakyat, dan beberapa indikator kinerja secara objektif dan transparan," lanjutnya.

"Jangan setiap riak sosial dibaca sebagai patahan sejarah. Kritik harus dijawab dengan perbaikan kebijakan, bukan dengan spekulasi politik," tegas Viva.

Viva mengingatkan pergantian kekuasaan mekanismenya ditentukan melalui pemilu.

Bukan berdasarkan insting politik siapa pun.

Ia meminta energi politik digunakan untuk membantu pemerintah memperbaiki keadaan.

Kritik PAN tersebut muncul setelah video Budi Arie Setiadi beredar luas.

Video itu memperlihatkan Budi Arie berbicara di hadapan Jokowi.

Ia kemudian mempertanyakan kemungkinan percepatan pemilu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.