Tampang 2 Pemuda Viral Hina Karnaval HUT RI di Banyuasin saat Live, Datangi Polsek Minta Maaf
Shinta Dwi Anggraini August 26, 2026 11:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Aksi dua orang pemuda yang diduga menyampaikan ucapan tidak pantas dengan nada penghinaan saat melintasi jalannya acara Karnaval Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kecamatan Banyuasin I, Mariana, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, viral dan menuai kritikan.

Aksi tersebut berujung panjang hingga memicu kemarahan warga, pelaporan ke pihak kepolisian, hingga akhirnya kedua pemuda tersebut diamankan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di Polsek Banyuasin 1.

Kejadian berawal saat perayaan Karnaval HUT RI di wilayah Mariana, Kecamatan Banyuasin I, berlangsung meriah dan dipadati oleh peserta parade sekolah serta masyarakat sekitar pada Senin (17/8/2026).

Baca juga: Ribuan Warga Antusias Saksikan Karnaval HUT ke-81 RI di OKI, Peserta Tampil Pakai Kostum Unik

Aksi dua orang pemuda yang diduga menyampaikan ucapan tidak pantas dengan nada
HINA KARNAVAL MARIANA- Aksi dua orang pemuda yang diduga menyampaikan ucapan tidak pantas dengan nada penghinaan saat melintasi jalannya acara Karnaval Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kecamatan Banyuasin I, Mariana, Kabupaten Banyuasin, viral dan menuai kritikan.

Pada saat yang sama, sebuah kendaraan roda empat yang ditumpangi oleh dua orang pemuda melintas di area jalan tempat karnaval berlangsung.

Salah satu pemuda mengoperasikan akun TikTok @Yoncen dan melakukan siaran langsung (live streaming).

Diduga merasa terganggu atau kesal dengan arus lalu lintas yang tersendat akibat parade karnaval, kedua pemuda di dalam mobil tersebut melontarkan kata-kata kasar dan umpatan yang tidak pantas, yang ditujukan kepada penyelenggara maupun peserta karnaval.

Keduanya menyebut pagelaran karnaval tersebut dinilai menyebabkan kemacetan di jalan yang mereka lewati.

Berikut lontaran kalimat kasar yang sempat terekam dan beredar luas di media sosial:

"Nasib niann jauh-jauh lah, i get it bro, karnaval an***, gawe karnaval binatang, kesel nian aku ngalangin kamu tuh," ucap kedua pemuda dalam sesi siaran langsung di TikTok Yoncen.

Video potongan live tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform seperti TikTok dan Instagram.

Reaksi keras pun berdatangan dari netizen, warga Mariana, hingga tokoh masyarakat setempat yang menilai perkataan tersebut sangat melukai rasa nasionalisme dan menghina kemeriahan acara kemerdekaan.

Baca juga: Tuai Hujatan, ini Alasan NDX AKA Umumkan Batal Tampil Konser di Pati Bertepatan dengan Aksi Demo

Diperiksa di Polsek Banyuasin 1

Sontak, video berdurasi singkat itu menuai gelombang kecaman.

Tokoh masyarakat serta organisasi masyarakat (ormas) setempat tidak tinggal diam dan membawa persoalan ini ke jalur hukum dengan melaporkan kedua pemuda pemilik akun tersebut ke pihak kepolisian.

Menindaklanjuti keresahan warga, pihak kepolisian dari Polsek Banyuasin 1 segera bergerak memanggil dan mengamankan kedua pemuda tersebut untuk dimintai keterangan.

Tampak dalam unggahan video yang beredar, kedua pemuda tersebut mendatangi Polsek Banyuasin 1 dengan mengenakan kemeja/kaos polos berwarna putih.

Sikap mereka yang sebelumnya garang di siaran langsung mendadak berubah menjadi tertunduk lesu di hadapan petugas kepolisian.

Sejumlah warga berdatangan ramai menggeruduk Polsek Banyuasin 1 meluapkan amarah dan kecaman kepada kedua pemuda tersebut.

Keduanya hanya tersenyum dengan ucapan singkat meminta maaf.

"Sok ganteng, akhlak gak bagus," teriakan emak-emak.

"Tidak guna ganteng kamu," ujar warga.

"Merasa bersalah gak kamu hah," sorakan warga lain.

Sempat Klarifikasi dan Meminta Maaf

Beberapa waktu lalu sebelum diperiksa polisi, kedua pemuda tersebut sepakat untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara tertulis dan lisan melalui rekaman video.

Mewakili rekannya, Rio, salah satu pemuda tersebut menyampaikan pernyataan maaf terbuka yang ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat:

"Cuplikan video live TikTok dari akun @Yoncen yang telah beredar... Dengan ini saya, dan juga mewakili teman saya selaku pemilik akun, mengakui kesalahan kami dan sangat menyesali perbuatan ini. Melalui video ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dan kegaduhan yang telah kami perbuat."

Dalam ucapannya, ia mengakui secara terbuka bahwa tindakan melontarkan kata-kata tidak sopan dalam siaran langsung tersebut merupakan murni kesalahan pribadi keduanya akibat kurangnya etika dalam bertutur kata.

Ia menegaskan sama sekali tidak memiliki niat untuk menyinggung atau merendahkan pihak mana pun.

"Kami juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya wilayah Mariana, organisasi masyarakat, pihak penyelenggara karnaval, dan para peserta yang terkait, atas sikap kami yang terlalu berlebihan dan tidak mengontrol perkataan, ucapan, dan menggunakan kata-kata yang tidak pantas dan sopan. Di sini kami tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun. Hal ini murni kesalahan kami pribadi karena tidak menerapkan etika dalam berbicara dan berkata," ujarnya. 

Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini telah memberikan efek jera yang mendalam bagi mereka berdua akibat sanksi sosial serta teguran keras dari masyarakat dan kepolisian.

Mereka berjanji akan lebih bijak dalam bermedia sosial di masa mendatang.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.