Kata Projo usai PSI Ogah Dikaitkan Budi Arie: Kami Hormati, Kami Tak Pernah Anggap Lawan Politik
Nuryanti August 26, 2026 11:37 AM

TRIBUNNEWS.COM - Sekjen Pro Jokowi (Projo) Freddy Alex Damanik buka suara terkait pernyataan Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman yang tidak ingin dikaitkan dengan sosok Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi.

Freddy menyebut pihaknya menghormati pernyataan dari Andy tersebut. Dia mengungkapkan hal tersebut merupakan sikap resmi dari PSI.

"Kami menghormati pernyataan resmi DPP PSI mengenai posisi Saudara Budi Arie Setiadi. Kalau PSI menyatakan bahwa Budi Arie bukan anggota, bukan pengurus, dan bukan bagian dari PSI, itu adalah sikap internal PSI yang tentu kami hormati dan tidak pernah menjadi urusan Projo," katanya dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews.com redaksi Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026).

Namun, Freddy menegaskan bahwa Projo tidak pernah mengaitkan diri dengan PSI.

Dia mengungkapkan secara struktural hingga ruang perjuangan politik, Projo dan PSI memiliki langkah berbeda.

Kendati demikian, Projo dan PSI memiliki kesamaan yaitu sama-sama sebagai pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

"Projo dan PSI adalah dua organisasi yang berbeda, dengan struktur, kewenangan dan ruang perjuangan politik masing-masing. Tetapi kami memiliki satu kedekatan historis dan politik yang tidak perlu disangkal, yaitu sama-sama pernah dan tetap berada dalam barisan pendukung perjuangan politik Pak Joko Widodo," jelas Freddy.

Baca juga: Wakil Ketua Umum PSI Tegaskan Budi Arie Bukan Kader: Jangan Seret Nama Kami

Freddy juga mengungkapkan bahwa Projo tidak pernah menganggap PSI sebagai lawan politik.

Di sisi lain, Freddy menegaskan bahwa Projo tak pernah mengatasnamakan PSI ketika menyampaikan sikap politik.

Karena itu, ketika Budi Arie tengah berbicara, maka bisa diartikan merupakan sikap pribadinya atau mewakili Projo.

Pernyataan Freddy ini sekaligus mengklarifikasi terkait viralnya potongan video ketika Budi Arie berbicara soal potensi adanya percepatan Pemilu 2029.

Dia menegaskan bahwa pernyataan Budi telah melalui kajian dan diskusi di internal Projo.

"Dan kalau Pak Budi Arie berbicara, tentu itu adalah tanggung jawab Pak Budi Arie sebagai pribadi atau dalam kapasitas organisasi yang memang sedang dijalankannya, kalau Budi Arie berbicara dan menyampaikan sesuatu sebagai Ketua Umum Projo, seperti pernyataannya yang viral beberapa hari ini, tentu itu sudah melalui kajian dan diskusi internal Projo yang intens serta melihat dinamika serta peristiwa politik yang terjadi," bebernya.

Hubungan Baik dengan PSI Lebih Penting

Freddy menegaskan bahwa Projo adalah saudara PSI meski dalam organisasi yang berbeda.

Sehingga, dia menilai ketika ada perbedaan pandangan, maka jangan dianggap sebagai alasan untuk bermusuhan.

Dia mencontohkan ketika pihaknya mengusulkan Jokowi sebagai Ketua Umum PSI, maka usulan itu dikembalikan lagi ke partai berlambang gajah tersebut.

Freddy mengungkapkan Projo tidak akan memaksakan kehendaknya untuk mendesak PSI agar menjadikan Jokowi sebagai ketua umum.

"Kami mengusulkan Pak Jokowi menjadi Ketua Umum PSI karena kami percaya Pak Jokowi memiliki kapasitas untuk membawa PSI menjadi kekuatan politik yang lebih besar."

"Tetapi keputusan akhirnya tetap berada di tangan PSI. Kami menyampaikan usulan, bukan mengambil keputusan," jelasnya.

Baca juga: PSI Tuding Budi Arie Berupaya Mengadu Domba Prabowo dengan Jokowi

Lebih lanjut, Freddy menekankan bahwa hubungan baik Projo dengan PSI lebih penting ketimbang harus berkonflik.

Dia mengungkapkan Projo tetap akan menghargai PSI sebagai saudara seperjuangan.

"Dan bagi Projo, hubungan baik dengan PSI jauh lebih penting daripada polemik sesaat. Projo tetap setia di garis rakyat, tetap menghormati demokrasi, dan tetap menghargai saudara-saudara seperjuangan," pungkasnya.

PSI Tegaskan Budi Arie Bukan Kader

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman menegaskan Budi Arie Setiadi bukan anggota, pengurus, maupun Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PSI. 

PSI menyatakan Budi Arie tidak memiliki jabatan, posisi, ataupun kewenangan apa pun di dalam partai.

Hal itu disampaikan Andy merespons munculnya spekulasi yang mengaitkan Budi Arie dengan PSI.

“Kami tegaskan Budi Arie bukan bagian dari PSI. Titik. Karena itu, berhenti menyeret-nyeret nama PSI dalam setiap tindakan, pernyataan, maupun urusan Budi Arie,” kata Andy, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Menurut Andy, segala tindakan maupun pernyataan Budi Arie merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.

Sebab itu, ia meminta publik tidak membangun kesan bahwa Budi Arie mewakili PSI.

“Apa pun yang dilakukan atau dikatakan Budi Arie adalah tanggung jawab Budi Arie sendiri. Jangan dikaitkan kepada PSI dan jangan membangun kesan seolah-olah dia mewakili PSI. Dia tidak mewakili PSI. Dia bukan PSI,” ujarnya.

Andy juga meminta seluruh pihak menghentikan spekulasi mengenai posisi Budi Arie di internal PSI. Ia menegaskan posisi partai terkait Budi Arie sudah jelas.

“Posisi PSI terang dan tidak membutuhkan tafsir: Budi Arie bukan anggota, bukan pengurus, bukan Sekjen, dan bukan bagian dari PSI. Jangan seret PSI untuk urusan yang bukan urusan PSI,” ujarnya.

Baca juga: Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu 2029 di Depan Jokowi, Pengamat Klaim Pengaruh Politiknya Besar

Lebih lanjut, Andy menyinggung dinamika politik setelah Budi Arie tidak lagi berada di pemerintahan.

Dia menilai jangan sampai kondisi tersebut mendorong munculnya upaya mengadu Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Jangan karena direshuffle, kemudian sakit hati dan memainkan politik adu domba antara Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo,” kata Andy.

Andy turut mengingatkan pernyataan Budi Arie dalam Kongres Projo yang menyebut organisasi tersebut bukan merupakan singkatan dari Pro Jokowi.

“Publik juga tidak lupa ketika dalam Kongres Projo, Budi Arie menyatakan bahwa Projo bukan singkatan Pro Jokowi,” ujarnya.

Andy menegaskan PSI tidak membutuhkan figur yang dinilai gemar membuat manuver politik spekulatif demi kepentingan pribadi.

“PSI tidak butuh avonturir politik yang ke sana kemari memainkan manuver spekulatif. Politik adalah arena perjuangan bukan arena perjudian pribadi untuk mengejar jabatan jadi menteri lagi," pungkas Andy.

Polemik Pernyataan Budi Arie

Sebelumnya, sebuah potongan video yang memperlihatkan Budi Arie Setiadi tengah berbicara di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo mendadak viral dan memicu gelombang spekulasi politik.

Dalam video tersebut, Budi Arie mengajak audiensnya untuk tidak terpaku pada skenario politik konvensional menuju Pemilu 2029. 

Dengan nada serius, ia menyinggung soal insting politiknya mengenai kemungkinan adanya percepatan.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ucap Budi Arie yang langsung dijawab seruan "Siap!" dari audiens.

Baca juga: Relawan Prabowo-Gibran Soroti Pernyataan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Lebih jauh, Budi Arie mendeskripsikan kondisi masyarakat saat ini sebagai sebuah anomali.

Ia membandingkan dinamika sosial dan ekonomi saat ini dengan patahan sejarah pada masa transisi Orde Baru ke Reformasi tahun 1997-1999.

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," ucap Budi Arie.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.