BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Sejumlah stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dibuka di kawasan Himpang Lima Habang selama rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 25 hingga 28 Agustus 2026.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, bersama Forkopimda meninjau langsung stan UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk melihat aktivitas pelaku usaha sekaligus kondisi kegiatan pada hari pertama pelaksanaan. Keterlibatan UMKM menjadi salah satu bagian penting agar perayaan kemerdekaan turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Harapan saya rangkaian kegiatan 17 Agustus ini di tengah efisiensi mampu membangkitkan ekonomi masyarakat Bangka Selatan,” ujar Riza Herdavid kepada Bangkapos.com, Rabu (26/8/2026).
Riza mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian perayaan HUT RI yang turut diisi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka Selatan. Kolaborasi dengan organisasi media dinilai dapat menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM. Ia memberikan apresiasi kepada PWI yang telah ikut mengemas kegiatan sehingga dapat melibatkan masyarakat dan pelaku usaha.
Pada hari pertama, pemerintah daerah sempat menanyakan langsung kondisi penjualan kepada sejumlah pelaku UMKM yang membuka stan. Dari hasil komunikasi tersebut, Riza menyebut respons yang diterima cukup memuaskan bagi pemerintah daerah. Aktivitas tersebut menjadi gambaran awal bahwa kegiatan dapat memberikan ruang bagi transaksi selama rangkaian acara berlangsung.
“Alhamdulillah tadi ada beberapa stan UMKM yang kami tanyakan langsung, dan di hari pertama ini jawaban mereka cukup memuaskan pihak kita selaku pemerintah daerah,” jelas Riza.
Menurutnya, efisiensi tidak boleh membuat pergerakan ekonomi masyarakat ikut terhenti. Karena itu, kegiatan yang melibatkan pelaku usaha tetap diperlukan agar perputaran uang di tengah masyarakat dapat berlangsung. Ia menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi cara untuk menghadirkan manfaat ekonomi meskipun kemampuan anggaran pemerintah terbatas.
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung mulai 25 hingga 28 Agustus dan ditutup pada malam terakhir pelaksanaan dengan sejumlah hiburan. Masyarakat Bangka Selatan diharapkan tidak hanya datang untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga berbelanja di stan-stan UMKM yang tersedia. Kehadiran masyarakat sebagai konsumen dinilai dapat memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha yang mengikuti kegiatan.
“Artinya walaupun di tengah keterbatasan efisiensi, ekonomi tetap harus sejalan,” sebutnya.
Pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan organisasi media lainnya untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Selain PWI, Riza menyebut IJTI dan PJS sebagai organisasi yang diharapkan dapat ikut berkolaborasi dalam menghadirkan kegiatan serupa. Koordinasi dengan organisasi tersebut nantinya dapat dilakukan melalui dinas terkait agar kegiatan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Intinya bagaimana ekonomi tetap berjalan di Bangka Selatan di tengah keterbatasan,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)